Posts

Google Ibarat Sel Kanker Dalam Hidupku

Image
Dulu, dulu... banget, aku mengenal Google hanya melalui layanan pencariannya yang kemudian membawaku untuk mengenal layanan emailnya. Setelah berkenalan beberapa saat kemudian berlanjut ke perkenalan pada layanan blogging. Tepatnya tanggal 4 April 2010 aku membuat blog ini. Hari ini, setelah bertahun-tahun menggunakan layanan Google dari yang gratis sampai yang berbayar membuatku menyadari bahwa layanan itu ibarat sel kanker yang menyerang hidupku. Bagaimana tidak? Selama bertahun-tahun, aku tidak menyadari kalau Google mengambil data perilaku penggunaan layanan untuk mengembangbiakkan layanan yang lain. Hingga detik ini, lebih dari 30 layanan Google kugunakan dan semuanya itu menyebar hampir ke seluruh lini kehidupanku. Pagi hari,  ketika bangun tidur, Gmail adalah salah satu layanan yang sering kugunakan pertama kali. Mengecek apakah ada email baru adalah kegiatan yang hampir rutin kulakukan. Setelah agak siang dan siap melakukan produksi maka blogging akan menjadi alat untuk peman…

Yang Dihilangkan Itu Gengsi, Bukan Rasa Malu

Image
Suatu ketika, aku pernah janjian ketemu dengan seseorang. Itu adalah kali pertamanya rencana kami bertemu. Aku belum tahu bagaimana orangnya dan seperti apa perangainya. Hanya saja, aku yakin kalau dia adalah orang yang baik. Setelah bersepakat bertemu di suatu tempat, aku pun berangkat ke sana sesuai waktu yang ditentukan. Seperti biasanya, untuk membunuh rasa bosan itu, aku selalu mencari warung kopi. Ketemulah warung kopi di seberang jalan dan langsung kuhampiri warung tersebut kemudian memesan minuman dingin yang tidak ada bahan kopinya sama sekali. Ya! warung kopi hanyalah jadi tempat pelarian untuk beragam masalah meskipun sebetulnya bukanlah kopi tujuannya ke situ. Sungguh malang nasibnya kopi kalau ketemu orang seperti diriku. hik..hik..
Hampir satu jam aku menunggu orang yang berjanji akan bertemu denganku di sekitar tempat itu. Rasanya batas kekuatan warung kopi untuk menahan rasa jenuh sudah habis. Aku pun membidikkan kamera ponselku ke beberapa spot paling bagus di sekita…

Dekat Tapi Terasa Berjauhan, Kok Bisa?

Image
Aku seringkali merasa heran dengan perilaku wanita, terutama istriku sendiri. Setiap hari, aku bekerja di rumah dan selalu bertemu dengannya. Ketika ada waktu luang, aku sering mengajaknya keluar (jalan-jalan) meskipun hanya ke taman kota yang tak perlu mengeluarkan uang untuk jajan. Intinya, quality time itu selalu tersedia untuknya meskipun ya sekenanya saja. Tapi kok tetap saja ia sambat kalau sering merasa kangen padaku. Ciyee... ciyeee.. Malam hari, usai sholat isya, ritual sambat kangen itu sering dilakukannya. Padahal! Seharian itu, aku juga selalu di rumah dan berkali-kali bertemu dengannya. Tidak hanya bertemu melainkan juga mengobrol ringan atau main-main dengan si K bareng meskipun sebentar. Tapi kok tetap saja ia bilang kangen padaku. Sebetulnya isyarat apa to itu? Aku pun jadi bertanya-tanya sebetulnya sebanyak apa sih perhatian yang dibutuhkan wanita? Lha wong aku yang setiap hari di rumah saja membuatnya seperti itu lalu bagaimana dengan wanita yang ditinggal kerja sua…

Jadi Programmer Itu Berat, Biar Aku Saja

Image
Pernahkah kamu dimintai tolong untuk membetulkan handphone yang rusak? tv rusak? monitor rusak? mobil remot mainan rusak? printer rusak? Aku pernah. Seakan-akan, seorang programmer itu dianggap bisa menyelesaikan semua pekerjaan yang ada kaitannya dengan elektronik. Bahkan sampai istri yang rusak saja pernah diminta untuk betulin. Sumprit. Apakah semuanya berhasil dibetulin? Ya jangan tanya kalau masalah itu. Sebagian sih bisa tapi sebagian yang lainnya bisa dengan syarat ditukar dengan yang baru. Uhuk. Uhuk. Suatu hari, ada yang datang bilang gini "tolong buatin ini, ya. gampang banget kok. Cuma gini, gini, dan gini". Aku mbatin "gampang sih kalo ngomong doang". Aku hampir keceplosan bilang gini "lha kalo gampang silakan bikin sendiri nanti tak bayar dua kali lipat dari harga yang kamu tawarkan". tetapi urung karena memang kan aku orang baik. Ahaay. Siapa kita....? Yak. Tul. Orang baik.
Di lain kesempatan, ada juga yang menganggap kalo kerjaannya progra…

Waktu Yang Tepat Untuk Bersih-Besih Pertemanan Facebook

Image
Menjelang pemilu raya tahun 2019 nanti, spertinya saat ini adalah waktu yang tepat untuk bersih-bersih pertemanan facebook. Bukan karena berbeda pilihan yang membuat tidak tahan menjaga pertemanan di facebook, bukan. Melainkan karena perilaku buruk yang sering dilakukan kedua kubu pendukung calon presiden membuat hati tidak nyaman. Lha untuk apa to mempertahankan orang seperti itu di daftar pertemanan? Lha wong secara logika antara teman dan bukan teman di Facebook itu sebetulnya juga tidak ngaruh-ngaruh amat. Meskipun tidak dipungkiri juga banyak teman baik yang dikenal melalui Facebook tapi "kenalan" dari facebook itu apa harus menjadi teman secara resmi di facebook?
 Aku merasa biasa saja membatalkan pertemanan dengan pengguna facebook terutama yang sering menyebarkan hoax, mencacimaki, sumpah serapah, dan hal-hal lain yang tidak sesuai dengan norma agama, hukum, maupun adat-istiadat. Lha wong niatku menggunakan facebook bukan untuk berdakwah, kok. Kalau ada yang menggan…