Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 Oktober 2014

Pengertian Himpunan

Leave a Comment
Himpunan adalah kumpulan objek yang terdefinisi. Objek yang terdapat di dalam suatu himpunan disebut anggota himpunan.
Contoh:
  1. Himpunan bilangan asli {1,2,3,4,5,6,7,...}
  2. Himpunan bilangan ganjil {1,3,5,7,9,...}
Simbol matematis yang digunakan untuk menyatakan anggota himpunan adalah  Є.
Contoh:
p={1,2,3,4,5}
Maka,
  1. 1 Є p (dibaca satu termasuk anggota himpunan p)
  2. 2 Є p (dibaca dua termasuk anggota himpunan p)
  3. 3 Є p (dibaca tiga termasuk anggota himpunan p)
  4. 4 Є p (dibaca empat termasuk anggota himpunan p)
  5. 5 Є p (dibaca lima termasuk anggota himpunan p)
Read More..

Sabtu, 18 Oktober 2014

Serunya Plagiasi (Don’t Try This at Home!)

Leave a Comment

 

Begadang semalam suntuk untuk menyusun tugas hingga membuat mata kriyip-kriyip, nafsu makan semakin tinggi, nyandu kopi, hingga mandi  ala bebek agar kuliah tak terlambat?

Sering. Untungnya, kausalitas banyak tugas nggak doyan makan tidak berlaku untukku. (Tapi kok nggak gemuk-gemuk?) :v

Lalu, bagaimana jika tiba-tiba teman sekelompok mengabari bahwa makalah sudah selesai, padahal kita tidak berperan sama sekali?

Aku terkejut. Campur aduk. Senang karena teman sekelompok begitu rajin. Lega karena tak usah begadang. Tenang karena tak usah rebutan lepingu dengan suami. Sekaligus kebat-kebit, bagaimana jika makalahnya amburadul?

Wednesday come.

Ketika presentasi tiba, menit ke lima baik-baik saja.

Menit ke sepuluh saat bagianku untuk mempresentasikan, aku membaca dengan tersendat-sendat, menyadari sesuatu yang ganjil. Sembari membaca, aku menelisik lebih jauh. Mengingat-ingat apa yang ada di slide presentasi dengan yang ada di makalah. Slide presentasi dan makalah berbeda, tak menggambarkan isi makalah.

Deg!

Aku menahan degup jantung dengan mengetuk-ngetukkan bolpoin. Mencari pengalihan agar gugup tak terlalu kentara. Aku melewati dengan baik-baik saja, tetapi degup jantung tak kunjung mereda, malah semakin berpacu cepat.

Pertanyaan-pertanyaan mengalir. Aku memilih diam. Diam dan memperhatikan. Diam dan berfikir untuk mencari kalimat terbaik untuk meralat isi makalah. Diam. Hingga teman-teman mendesakku untuk segera berbicara.

Aku menarik nafas dalam-dalam, menuturkan dengan intonasi yang sangat pelan, “Maaf, di makalah kami kurang lengkap, seharusnya.... bla bla bla.”

“Di slide presentasi kami seharusnya diperjelas, begini, menemukan phi, menggunakan benang untuk menentukan keliling lingkaran, lalu... bla... bla...”

Aku mencoba meralat dengan menggunakan spidol di papan. Dan, hei! Siapa bilang presentasi bisa tuntas dengan slide power point belaka?

Tibalah giliran bu Dosen untuk mengkritisi isi makalah. Untungnya beliau terlalu baik. Beliau hanya menyuruh kami mengedit bagian-bagian tertentu yang mencurigakan, mencari referensi yang lebih baik, meminta kami untuk menjelaskan dengan kalimat yang lebih lugas, dan mengedit total isi kegiatan inti sesuai dengan pendekatan Discovery Learning yang kami gunakan.

Aku lega.

Setidaknya bu Dosen tidak langsung menghakimi di depanku, “Apakah ini copy paste?”

Jika itu yang beliau lakukan, habislah kami macam kepiting panggang.

Aku tertawa untuk melepaskan ketegangan ketika kuliah berakhir, menyikut teman sekelompok, “Lain kali kalau mau copy paste hati-hati, yang cerdas, dong!”

Ah, cukuplah ini yang pertama dan terakhir kalinya. Aku super kapok. Jera. Cukup tahu diri bagaimana susahnya menyusun makalah. Jika guru-guruku tahu soal ini, barangkali beliau sudah berduka lantaran aku tak menghargai ilmu.

Aku sudah cukup menahan malu saat kuliah tadi, tak perlu mengulang-ulang kembali. Malunya melebihi ketika aku ditanya dan tak bisa menjawab. Untuk kasus tak bisa menjawab suatu pertanyaan, cukuplah berujar, “Maaf, saya juga belum tahu. Barangkali nanti ibu Dosen bisa menjelaskan kepada kita dengan detail.”

Masih untung ini bukan sidang skripsi, atau seminar atau acara pubkik lainnya. Cukup ini. Cukup. Tak perlu mengulang, bahkan di media sosial sekali pun. Robbuna terlalu sayang kepadaku, rupanya. Memberi cubitan ketika aku belum terlalu jauh melangkah di jalur yang salah.

Mohon maaf untuk yang kami salahgunakan makalahnya.

Read More..

Minggu, 12 Oktober 2014

Cara Menghitung Luas Bangun Datar Tak Beraturan

Leave a Comment
Soal yang hendak dibahas pada kesempatan kali ini adalah tentang penghitungan luas bangun datar yang tak beraturan.
Daftar Isi:
  1. Soal 
  2. Jawab 
  3. Luas Bangun 1 (segitiga) 
  4. Luas Bangun 2 (persegi) 
  5. Luas Bangun 3 (persegi panjang) 

Soal:
Luas bangun di bawah ini adalah... cm2
Cara menghitung luas bangun datar campuran
Soal Latihan OSN Matematika Kecamatan Senduro 2013

Jawab:
Terlebih dahulu bangunan tersebut dibagi menjadi tiga bagian yang berbentuk segitiga (1), persegi di bagian atas (2) dan persegi panjang (3) agar bisa dihitung dengan lebih mudah.
Cara menghitung luas bangun datar campuran1
Beri garis bantu untuk memudahkan penghitungan
1.      Luas bangun 1 (Segitiga)
L Segitiga        = clip_image002
                =clip_image004
                =clip_image006 cm2
2.      Luas Bangun 2 (persegi) = sisi x sisi
                                    = 10 cm x 10 cm
                                    = 100 cm2
3.      Luas bangun 3 (persegi panjang)      = clip_image008
                                        =clip_image010
                                        clip_image012
Jadi Luas bangun  = Luas Segitiga + Luas Persegi Atas + Luas Persegi Panjang
                               = 45 cm2 + 100 cm2 + 360 cm2
                               = 505 cm2

Read More..

Sabtu, 11 Oktober 2014

Cara membuat Ujian Secara Online

Leave a Comment
Seiring berkembangnya dunia internet di Indonesia, maka banyak guru yang menerapkan pembelajaran secara online. Hal ini dilakukan untuk menjembatani keterbatasan yang ada pada pembelajaran klasikal. Strategi pembelajaran online sangat bagus digunakan untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran yang disampaikan. Masalahnya, tidak semua guru mampu membuat materi pembelajaran yang disajikan secara online. Terlebih membuat soal evaluasi yang bisa dikerjakan secara online.
Berkenaan dengan itu semua, maka pada kesempatan ini akan ditunjukkan cara membuat ujian secara online. Simaklah penjelasannya di bawah ini.
  1. Masuk ke alamat web berikut ini http://www.proprofs.com/quiz-school/manage/
  2. Pilih kategori ujian. Di sana disediakan beberapa pilihan, yaitu multiple choice(pilihan ganda),
    checkboxes (bisa memilih lebih dari 1 jawaban),
    true/false(pernyataan yang hanya mengandung jawaban benar/salah),
    fill in the blanks (menjawab pertanyaan pada form kosong),
    essay,
    matching (mencocokkan).
  3. Setelah dipilih salah satu, silahkan mulai membuat ujian secara online.
Demikian tutorial bagaimana caranya membuat ujian secara online. Semoga bermanfaat.
Read More..

Jumat, 10 Oktober 2014

OSN Matematika SD| Pengukuran Waktu

Leave a Comment

Sugeng Dalu, Lur.

Yuk, belajar soal olimpiade tentang pengukuran waktu.

Penghitungan Abad

sumber: Seleksi Olimpiade Kecamatan Senduro 2013

Jawab:

Konversi waktu

3clip_image004 abad                 = 3 clip_image004[1] clip_image006 tahun            = 333 clip_image004[2] tahun

13clip_image004[3] dasawarsa   = 13 clip_image004[4] x 10 tahun               = 133 clip_image004[5] tahun

3clip_image009 lustrum           = 3clip_image009[1] x 5 tahun                    = 18 clip_image011tahun       

clip_image007 +

                                                                                = 485 tahun

 

Gampang kan?

 J

Read More..

Senin, 06 Oktober 2014

Penghormatan Seorang Murid Kepada Guru

Leave a Comment
Guru adalah salah satu kunci keberhasilan seorang murid dalam menuntut ilmu.  Di dalam kitab Ta'limul Muta'alim, terdapat beberapa petik syair dari sayyidina Ali R.A tentang kiat mencari ilmu. Syair tersebut menyatakan bahwa satu syarat untuk mendapatkan ilmu adalah melalui bimbingan seorang guru  (ارشاد استاذ).  Namun, pada zaman sekarang ini, banyak murid/mahasiswa yang cenderung mengandalkan rasionalitas. Menganggap bahwa tidak ada hubungan antara memulyakan guru dengan mendapat ilmu. Hal ini pernah disampaikan oleh beberapa mahasiswa di salah satu Perguruan Tinggi Islam Negeri di Surabaya.
Penngarang kitab Ta'limul Muta'alim berusaha menyajikan tatacara menuntut ilmu dengan tata krama yang luhur. Tidak sebatas mendapat ilmu secara kognisi saja, namun juga secara batiniyah dan ruhaniah. Beliau menjjelaskan bagaimana cara memilih ilmu, memilih guru, memilih teman dalam menuntut ilmu, memilih waktu belajar yang efektif, menjaga diri dari hal-hal yang dapat menghambat dalam mencari ilmu dan lain sebagainya.
Kyai Abdullah Faqih Langitan (الله يرحمه) menjelaskan bahwa fungsi seorang guru meliputi tiga hal, yaitu menjadi Syaikhut Trabiyah (Pendidik), Syaikhut Tartiyah (Pembimbing), dan Syaikhut Ta'lim (Pengajar). Beliau menekankan bahwa guru tidak sebatas menjadi pengajar di kelas, namun juga harus menjadi pembimbing secara ruhani, minimal dengan mendoakan kemudahan murid dalam mencari ilmu ketika bersimpuh di hadapan Allah usai Tahajud.
Begitu besar tanggung jawab yang dibebankan kepada guru, begitu besar pula pengorbanan seorang guru, alangkah nistanya kita kalau tidak mau mengormati guru yang telah memberikan ilmunya kepada kita semua.
Semoga Allah memudahkan kita dalam menuntut ilmu. الي حضراة مشايخنا و مشايخ مشايخنا لهم الفاتحه
Seorang santri (murid) pondok Langitan sedang membantu guru untuk menyebrangi luapan air banjir yang menggenangi pondok
Read More..

Media Pembelajaran | El Nino dan La Nina

Leave a Comment
Media pembelajaran ini berupa format flash atau animasi. Berisi tentang kondisi normal suatu wilayah di permukaan bumi, kondisi ketika terjadi El Nono dan kondisi ketika terjadi La Nina. Ada beberapa Tombol yang bisa digunakan untuk mengoperasikan media pembelajaran tersebut.
Pertama, tombol Develop Normal Conditions. Digunakan untuk melihat kondisi wilayah dalam keadaan normal.
Kedua, tombol Develop El Nino Conditions. Digunakan untuk melihat ilustrasi animasi ketika terjadi El Nino.
Ketiga, tombol Develop La Nina Conditions. Digunakan untuk melihat ilustrasi animasi ketika terjadi La Nina.
Keempat, tombol Clear All. Digunakan untuk menghapus semua pilihan yang telah digunakan sebelumnya. Sehingga, tampilan kembali ke default (awal).
Kelima, tombol Label Off. Digunakan untuk menyembunyikan label pada animasi.
Keenam, tombol Play, Previous dan Next. Digunakan untuk mengontrol permainan animasi.
Screen Shoot Media Pembelajaran Animasi El Nino dan La Nina

Media Pembelajaran tersebut bisa dilihat online apabila browser yang digunakan mendukung.
Link Download media tersebut bisa diakses melalui Download.
Read More..

Sabtu, 04 Oktober 2014

Mempertahankan Budaya Kawasan Sub Urban

Leave a Comment

Masyarakat di kawasan sub urban seperti di kecamatan Argomulyo, Salatiga ini merupakan masyarakat yang sering mengadapi budaya-budaya baru yang dibawa pendatang dari luar daerah. Apabila masyarakat tersebut tidak mampu memperkuat diri dengan budaya lokal, maka budaya tersebut akan luntur dan diganti dengan budaya baru. Apabila masyarakat mau berkompromi, maka kemungkinan terjadinya akulturasi budaya sangat tinggi. Namun, apabila masyarakat lokal dan para pendatang dari luar tersebut saling mempertahankan budayanya masing-masing tanpa ada kemauan untuk mengkompromikan kedua kebudayaan, maka akan berpotensi menimbulkan konflik horisontal yang merugikan kedua belah pihak.

Belajar membuat ketupat1

Suatu kawasan yang mengalami urbanisasi atau mengalami proses peng(kota)an akan ditandai dengan adanya beberapa budaya yang memiliki interval sangat jauh, yaitu budaya kota dan budaya desa yang bercampur menjadi satu. Kawasan ini belum bisa dinamakan kota, namun juga tidak bisa sepenuhnya dianggap sebagai desa. Itulah kawasan sub urban.

Lahan pertanian, perkebunan, dan kawasan resapan air berangsur-angsur berkurang seiring bertambahnya lahan yang mengalami industrialisasi. Masyarakat sekitar yang hendak mempertahankan tanahnya sering mendapat ancaman dari oknum pelaku industri.

Belajar membuat ketupat2

Anak-anak di kawasan sub urban sangat rawan terpengaruh budaya-budaya negatif yang berkembang di sana. Industrialisasi membuat sebagian orang tua kehilangan pekerjaan. Para angkatan kerja banyak yang beralih profesi dari sektor agraris ke sektor buruh, terutama buruh pabrik yang semakin berkembang di sana. Para anak-anak menjadi bidikan empuk bagi para produsen gadget.

Belajar membuat ketupat2

Miris! Melihat anak-anak kehilangan perhatian orang tuanya. Mereka dititipkan di sekolah, lembaga-lembaga kursur, pembimbing les/privat TPQ/TPA karena para orang tua kehilangan waktu untuk mendidik dan membimbing anaknya.

Hari ini, bersama adik-adik yang giat belajar, bersama mereka belajar melestarikan budaya lama. Membuat ketupat, mebuat keris, membuat burung, dan membuat permainan-permainan tradisional yang terbuat dari janur kelapa.

Makan bersama

Read More..

Jumat, 03 Oktober 2014

Para Pecundang dan Pembual Berebut Kekusaaan, Anak-Anak Bersusah-Payah Demi Sekolah

Leave a Comment
Pagi tadi, melakukan blog walking malah menemukan foto yang diupload oleh Mbah Nyutz di Twitter. Foto yang membuat hati sedih, kasihan, marah, dan lain sebagainya.

Judul artikel ini sengaja dibuat panjang. Diambil dari kuot asli yang dibuat mbah Nyutz di twitter.

Di dalam foto yang diupload mbah Nyutz, terlihat dua gadis kecil seumuran SD yang sedang berjalan di atas seutas tali untuk menyeberangi sungai. Mereka mengenakan seragam SD. Entah mau berangkat sekolah atau sedang perjalanan pulang. Miris, sedih, kasihan melihat mereka yang berani berjuang dengan ancaman nyawa yang nyata kalau sampai terjatuh dari tali tersebut.

Di sisi lain, para pelaku politik entah politikus atau politisi busuk , mereka sedang merebutkan kekuasaan. Niat awalnya ingin memperjuangkan nasib rakyat, namun apa daya terbentur nasib sendiri akibat politik yang amburadul.

Perjuangan untuk bisa sekolah


Read More..

Kamis, 02 Oktober 2014

Dimana-mana Hatiku Senang

Leave a Comment

Disini senang, disana senang.
Dimana-mana hatiku senang. Syalalala...lalala.

Di kursi senang, lesehan senang
Dimana-mana hatiku senang.
Kerupuk sambal, hatiku riang
Makan apapun hatiku senang.

Siapa yang tidak kenal bait pertama tulisan ini? Lagu bernada riang yang selalu menemani hari-hari saat di bangku taman kanak-kanak. Lagu itulah yang menggambarkan keriangan adik-adik sore ini. Keriangan yang menular dengan cepat, membuat semua penghuni rumah mungil ini ikut tersenyum riang.
Photo0317

Mereka belajar, membawa buku kemana-mana. Menulis lesehan di lantai. Membaca sembari selonjoran di kursi. Berlarian kesana-kemari dengan tangan memegang pensil . Buku berserakan. Di bawah rak, di lantai kayu, di ruang tamu, di atas karpet... dan di kursi.Photo0321

Ketika dek Tegar memulai untuk memakan kerupuk yang tersedia di meja raung tamu, adik-adik yang lain mengikuti. Apalagi setelah dek Tegar membawa saus sambal, semakin riuh. Ramai saling berebutan untuk mencolek kerupuk ke saus sambal. Menulis sembari ber-hah-huh lantaran kepedasan.
Tetapi semua itu tak lantas menghambat belajar. Kecepatan menulis tergolong cepat. Sampai-sampai aku kewalahan untuk membendung keinginan mereka untuk menulis, lagi dan lagi... Ketika tulisan huruf hijaiyah mereka salah, aku memintanya untuk mengulang kembali. Tak ada keluhan. Bahkan mereka tertawa riang sembari menghapus tulisan yang salah.
Iki koyo gancu, gawe mikul bagor!” teriak Gullam yang disambut tertawaan adik-adik yang lain ketika melihat tulisan huruf lam milik Fajar. Ini seperti gancu yang digunakan untuk memikul karung, teriaknya.

Aku mengamati merePhoto0315ka dengan hati campur-aduk. Mereka seolah-olah berkata kepadaku, bahwa mereka tak butuh tempat mewah dan aturan seabreg hanya untuk belajar. Bahwa mereka bisa belajar dimanapun yang mereka mau tanpa mengganggu kegiatan belajarnya.
Dimana-mana hatiku senang.
Keriangan itu lenyap manakala mereka berpamitan pulang, menyisakan hati yang merindukan celotehan riangnya.

02 Oktober 2014

Read More..