Posts

Showing posts with the label Pondok Pesantren

Penghormatan Seorang Murid Kepada Guru

Image
Guru adalah salah satu kunci keberhasilan seorang murid dalam menuntut ilmu.  Di dalam kitab Ta'limul Muta'alim, terdapat beberapa petik syair dari sayyidina Ali R.A tentang kiat mencari ilmu. Syair tersebut menyatakan bahwa satu syarat untuk mendapatkan ilmu adalah melalui bimbingan seorang guru  (ارشاد استاذ).  Namun, pada zaman sekarang ini, banyak murid/mahasiswa yang cenderung mengandalkan rasionalitas. Menganggap bahwa tidak ada hubungan antara memulyakan guru dengan mendapat ilmu. Hal ini pernah disampaikan oleh beberapa mahasiswa di salah satu Perguruan Tinggi Islam Negeri di Surabaya.
Penngarang kitab Ta'limul Muta'alim berusaha menyajikan tatacara menuntut ilmu dengan tata krama yang luhur. Tidak sebatas mendapat ilmu secara kognisi saja, namun juga secara batiniyah dan ruhaniah. Beliau menjjelaskan bagaimana cara memilih ilmu, memilih guru, memilih teman dalam menuntut ilmu, memilih waktu belajar yang efektif, menjaga diri dari hal-hal yang dapat menghambat …

Ustadz Anwar, Doktor Lulusan Langitan

Image
Malam itu seorang teman senior dari PKPT IPNU Unesa memberi informasi bahwa ada jadwal pengkajian kitab Bidayatul Hidayah di Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI) yang menjadi markas aktivis IPNU-IPPNU Unesa Surabaya. Usai melaksanakan sholat Isya' di masjid Al-Muttaqin - Ketintang Barat, Kuajak teman-teman UKKI yang bermukim di asrama Al-Mufidah untuk mengikuti pengkajian kitab yang diselenggarakan oleh pengurus IPNU-IPPNU itu. Beberapa teman bersedia ikut, beberapa teman lainnya memmilih kembali ke asrama untuk mengistirahatkan badan atau mengerjakan tugas kuliah yang ditanggungnya.

Setiba di RMI, wajah-wajah baru menyambutku dengan senyuman. Kusalami beberapa teman IPNU yang hadir di majlis tersebut. Pengkajian kitab sudah dimulai. Ternyata, Ustadz biasanya datang sebelum maghrib lalu sholat berjamaah dengan teman-teman IPNU-IPPNU di RMI, setelah itu dilanjutkan dengan ngaji kitab Bidayatul Hidayah.

Dr. H. Moch. Khoirul Anwar, S.Ag., MEI. adalah ustadz yang menyampaikan kajian ki…

Khazanah | Komodifikasi Pondok Pesantren

Image
Pondok pesantren itu bermacam-macam: ada yang mengidentifikasi diri sebagai bagian Nahdlatul Ulama, baik tergabung dalam Rabithah Ma’ahid Islamiyyah atau tidak, maupun secara personal (pengasuhnya) aktif sebagai pengurus di organisasi ini. Selain itu ada pula yang memang inkusif-netral: tak mengibarkan bendera NU, Muhammadiyah, Persis, dan ormas lain, tetapi secara amaliyah berlandaskan aqidah Ahlussunnah Wal Jamaah. Ponpes Darul Lughah Wad Da’wah (Dalwa) Bangil adalah salah satunya. Habib Hasan bin Ahmad Baharun (rahimahullah), meskipun juga sempat berkiprah aktif di Nahdlatul Ulama, namun beliau dengan pikiran inklusif-moderat tak mengibarkan bendera ormas Islam apapun di sini. Semua boleh mengaji di sini: tanpa memandang santri berasal dari aliran, kelompok, madzhab manapun. Ini strategi dan taktik jempolan. Dengan membuka diri dan ‘menetralkan diri’, justru santri dari latarbelakang keluarga apapun, bisa masuk lalu dididik sesuai amaliyah dan aqidah Ahlussunnah Wal Jamaah. Kalaupu…