Posts

Showing posts with the label Opini

Belajar Demokrasi dari Amerika

Image
“…pemerintah dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat tak akan pernah menghilang dari muka bumi ini.” Presiden Abraham Lincoln, Pidato Gettysburg, 1863
Kutipan kata-kata dari Lincoln di atas sangat dikenal oleh masyarakat. Indonesia sendiri memang lebih suka belajar masalah demokrasi dari Amerika Serikat. Jadi, wajar kalau kata-kata presiden Amerika yang ke 16 tersebut sudah tidak asing bagi masyarakat Indonesia. Indonesia merupakan negara yang menerapkan sistem pemerintahan demokrasi. Demokrasi yang diberlakukan di Indonesia adalah demokrasi yang berdasar pada pancasila. Biasanya disebut dengan Demokrasi Pancasila. Demokrasi pancasila merupakan sistem pemerintahan negara yang secara konstitusional ditetapkan dalam UUD 1945 melalui tujuh kunci pokok sistem pemerintahan negara. Tujuh kunci tersebut adalah 1.Indonesia adalah negara yang berdasarkan atas hukum (rechtstaat) 2.Sistem konstitusional 3.Kekuasaan tertinggi berada di tangan MPR 4.Presiden adalah penyelenggara pemerintahan tertingg…

Film Kekerasan Vs Berita Kekerasan

Film yang menayangkan adegan kekerasan maupun berita tentang kejadian yang memuat kekerasan fisik memiliki dampak negatif bagi pemirsanya.

Menurut A. Kasanro Putranto, seorang psikolog forensik dan klinis, dampak yang ditimbulkan dari berita dengan kekerasan ada dua, yaitu:

Ketakutan, Seorang yang paranoid bisa saja menangkap sebuah berita kekerasan secara berlebihan, hingga membuatnya ketakutan. Bahkan! seorang yang tidak paranoid, apabila menerima berita kekerasan secara berlebihan bisa menimbulkan kecemasan dan ketakutan yang berlebihan pula.Pembiasaan, Seorang yang sering menonton tayangan kekerasan akan menganggap kekerasan adalah hal yang biasa, sehingga ia tidak akan merasa aneh untuk meniru perilaku kekerasan tersebut. Sedangkan dampak dari film kekerasan juga sangat berbahaya. Banyak anak-anak yang diberitakan cidera bahkan meninggal dunia akibat meniru adegan kekerasan tokoh yang disukainya di sebuah film.

Mbah Nyutz berkata, "Ketika engkau menonton sinetron atau drama k…

Audisi Da'i Bukanlah Solusi

Para pengelola industri hiburan seakan berlomba membuat audisi atau perlombaan yang mengarah pada ranah edukasi. Termasuk audisi da'i ataupun ustadz. Namun, audisi-audisi tersebut berhenti hanya pada sebatas hiburan, minim nilai edukasi, tidak bisa mengobati penyakit yang telah menjangkit bangsa ini, bangsa kita, bangsa Indonesia.

Jumlah da'i/ustadz semakin bertambah, namun angka kriminalitas juga terus bertambah. Hal ini menunjukkan bahwa audisi da'i tidak berpengaruh pada tatanan sosial. Ibarat orang sakit, suatu hiburan hanya akan menenangkan pikiran, ia tetap membutuhkan obat agar bisa segera sembuh dari penyakitnya.

Masyarakat Indonesia sangatlah beragam, sebagian dari mereka memang cenderung eskapis. Melihat tayangan tv bukanlah untuk menambah wawasan, namun hanya sekedar mencari hiburan. Mereka lah yang menjadi sasaran para pengelola Industri hiburan yang serakah untuk dijadikan konsumen dari produk sampah yang dibuatnya.

Audisi da'i lebih banyak mencetak da'…

Eskapisme Bangsa Indonesia

Indonesia dijajah oleh bangsa asing selama ratusan tahun. Selama itu, bangsa Indonesia belajar pendewasaan diri. Mereka dituntut untuk mempertahankan diri dari penindasan, perampasan hak, dan pelecehan. Generasi-generasi bangsa Indonesia pada masa perang untuk merebut kemerdekaan adalah generasi yang tangguh. Kemerdekaan bukanlah sesuatu hal yang mereka impikan, namun harus diperjuangkan. Lihatlah para pemuda yang tak sabar menunggu kemerdekaan hingga membuat sekenario penculikan bung Karno sebelum deklarasi kemerdekaan berlangsung.

Bangsa yang tangguh dan berwibawa, itulah gelar yang disematkan pada bangsa Indonesia, para pejuang kemerdekaan. Suatu gelar yang pantas disematkan kepada generasi pemberani, tangguh, dan penuh karakter yang khas dari Indonesia.

Bung Karno, presiden pertama Indonesia berhasil membawa bangsa Indonesia ke arah yang lebih maju. Ia berani menghardik antek-antek negara asing yang hendak membuat kerusuhan di Indonesia, hendak memeras bangsa Indonesia, hendak men…

Hastag ShameOnYouSBY Menjadi Trend di Google

Setelah RUU Pilkada disahkan pada jum'at lalu, banyak kecaman yang dialamatkan bagi para pelaku politik yang mendukung disahkannya RUU tersebut. Salah satu yang menjadi sasaran kecaman adalah SBY yang diberi gelar ejekan sebagai Bapak Pilkada Tak Langsung.

Kecaman yang dialamatkan kepada SBY menjadi trending keyword di SERP Google dengan keyword #ShameOnYouSBY. Pencarian dengan keyword ShameOnYouSBY menempati peringkat ke 3 di Google Trends, dicari lebih dari 5.000 kali. Sedangkan keyword RUU Pilkada Disahkan menempati peringkat ke 4, tepat di bawah hastag ShameOnYouSBY.

Peringkat kueri pada Google Trends tersebut bisa dijadikan bahan analisis dasar, "mengapa kueri #ShameOnYouSBY lebih banyak dicari daripada kueri RUU Pilkada Disahkan?". Kalau kita mengambil kesimpulan secara umum, ini menunjukkan bahwa masih banyak yang mengagumi SBY meskipun ada perasaan kecewa. Kalau kita lihat di Fanspagenya SBY, maka kita akan melihat masih banyak yang mendukung dan kagum dengan SBY…

Pro dan Kontra RUU Pilkada Disahkan

Jumat, 26 September 2014, RUU Pilkada telah resmi disahkan. Hal ini banyak menuai kecaman. Di sosial media, banyak warga Indonesia yang meluapkan kekecewaannya. Bahkan! ada seorang pengguna media sosial facebook yang sampai bersumpah tidak akan memilih partai tertentu seumur hidupnya. Sebagian yang lain mengecam RUU tersebut dan memperolok beberapa tokoh yang menjadi promotor pilkada tak langsung.

Hastag #ShameOnYouSBY menjadi top trending di pencarian Google. Pak SBY disebut sebagai "Bapak Pilkada Tak Langsung".

Di Salatiga, seorang tokoh politik berkomentar, "Lebih baik politik uang secara langsung ke rakyat, daripada politik uang dengan anggota DPR. Melalui pilkada langsung, uang bisa langsung sampai ke masyarakat. Sedangkan melalui pilkada tak langsung, politik uang hanya berputar di anggota dewan."

Beberapa orang yang pro dengan RUU pilkada yang memuat aturan bahwa pilkada dipilih oleh anggota dewan, bukan dipilih langsung oleh rakyat beralasan bahwa pilkada …

Pacarmu akan Menjadi Musuhmu

Suatu ketika ada teman yang curhat pacarnya. Dia seorang cewek cantik dan pintar, selalu berprestasi di kelasnya. Pacarnya seorang aktivis kampus yang kegiatannya sangat padat dan sering tak masuk kuliah karena kegiatannya itu. Dari segi akademik, pacarnya jauh di bawah temanku itu.

Hari itu, dia datang dengan membawa kabar berita bagus tentang pacarnya. Dia menceritakan kalau pacarnya telah mendapatkan penghargaan oleh lembaga pemerintah berkat perjuangannya di organisasi yang dipimpinnya. Dia pun menjanjikan jamuan traktiran setelah pacarnya kembali ke kampus beberapa hari yang akan datang.

Sebagai seorang teman, aku ikut bahagia atas prestasi yang dicapai oleh pacar temanku itu. Bukan karena dia pacar temanku, melainkan karna organisasi yang dikelola itu benar-benar memberi manfaat bagi orang lain. Benar-benar sebuah pengabdian yang bukan provit oriented.

Aku merasakan dilema. Aku tahu kalau pacaran memang menjadi sesuatu yang wajar dan umum bagi kebanyakan masyarakat di Indonesia.…

Tarbiyah untuk si Anak

Suatu hari usai menggarap script untuk kamus Geografi www.geodik.com, kakak mengajak ngobrol tentang wacana rumah tangga. Kakak memang sangat perhatian, tidak hanya masalah yang sekiranya besar saja yang diperhatikan. Namun, masalah sepele juga diperhatikannya dengan teliti.

Kakak berkata, "ndang nyelengi! suk anakmu ben ora koyo kowe", 'menabunglah! biar nanti anakmu tidak seperti dirimu'. Kata kakak ini merujuk pada tabungan yang bersifat ruhaniyah atau batiniyah. Dia melanjutkan, "sing sregep poso senin - kamis, sholat sunnah dll.", 'yang rajin puasa senin - kamis, sholat sunnah dll.'.

Apa maksud kata kakak "menabung" itu? Kakak menjelaskan menabung untuk amal itu seperti yang dilakukan para kyai-kyai. Kyai sering tirakat agar anaknya menjadi anak yang sesuai harapannya. Kyai sudah menyiapkan diri jauh-jauh hari sebelum menanam benih ke rahim istri. tarbiyah untuk anak dilakukan sejak benih belum ditanam, bahkan ketika masih belum menik…

Mapan Dulu Baru Menikah?

"Kuliah dulu sampai selesai, setelah itu kerja sambil menabung, kalau sudah cukup baru menikah", kata-kata itulah yang sering muncul sebelum menikah dulu. Bahkan! orang tua pun memberi nasehat yang serupa. Katanya, "Menikah itu tidak hanya untuk beberapa hari, tapi untuk seumur hidup. Jadi, persiapkan yang sebaik-baiknya".

Mindset "Mapan dulu baru menikah" seakan sudah menjadi top mindset bagi kebanyakan orang Indonesia. Bahkan! tak jarang ada yang menunda pernikahannya hanya untuk mengejar karir entah itu karir dalam wiraswasta ataupun jadi PNS.

Apakah salah? Tidak! selama masa jomblonya itu tidak diisi dengan pacaran atau gaya hidup hedonis yang mengarah pada sex bebas. Lalu apa masalahnya?

Ibarat membuat rumah, menikah membutuhkan pondasi yang kuat agar tidak guncang ketika terjadi keributan dalam rumah tangga. Paling tidak, meskipun masih tetap bergoncang namun tidak ambruk. Pondasi itu dibangun melalui beberapa tahap yang perlu diperhatikan untuk men…

Khazanah | Komodifikasi Pondok Pesantren

Image
Pondok pesantren itu bermacam-macam: ada yang mengidentifikasi diri sebagai bagian Nahdlatul Ulama, baik tergabung dalam Rabithah Ma’ahid Islamiyyah atau tidak, maupun secara personal (pengasuhnya) aktif sebagai pengurus di organisasi ini. Selain itu ada pula yang memang inkusif-netral: tak mengibarkan bendera NU, Muhammadiyah, Persis, dan ormas lain, tetapi secara amaliyah berlandaskan aqidah Ahlussunnah Wal Jamaah. Ponpes Darul Lughah Wad Da’wah (Dalwa) Bangil adalah salah satunya. Habib Hasan bin Ahmad Baharun (rahimahullah), meskipun juga sempat berkiprah aktif di Nahdlatul Ulama, namun beliau dengan pikiran inklusif-moderat tak mengibarkan bendera ormas Islam apapun di sini. Semua boleh mengaji di sini: tanpa memandang santri berasal dari aliran, kelompok, madzhab manapun. Ini strategi dan taktik jempolan. Dengan membuka diri dan ‘menetralkan diri’, justru santri dari latarbelakang keluarga apapun, bisa masuk lalu dididik sesuai amaliyah dan aqidah Ahlussunnah Wal Jamaah. Kalaupu…

Opini | Over Fanatik Bukanlah Ajaran Islam

Image
Ajaran Islam merupakan ajaran yang sangat luhur. Mengajarkan untuk menghormati, menyayangi, dan menghargai orang lain. Baginda nabi bersabda bahwa sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain dan yang paling bagus akhlaknya. Hal ini menunjukkan bahwa Islam mengajarkan kepedulian terhadap sesama tidak hanya sesama muslim melainkan dengan non muslim meskipun mereka memusuhi umat Islam. Sebagian orang yang tidak mengenal Islam ada yang mengatakan bahwa Islam mengajarkan pemeluknya untuk menyukai peperangan, penganiayaan dan perilaku keji lainnya. Mereka itu ibarat seorang anak yang baru duduk di bangku Taman Kanak-Kanak (TK) yang tidak tahu tentang George W. Bush dan tidak pernah bertemu dengannya lalu anak tersebut mengatakan bahwa Mr. Bush adalah seorang yang ambisius, suka berperang, suka menganiaya, mengadu domba, dan menjajah demi kepentingan negaranya. Apakah akan ada yang percaya dengan kata-kata anak tersebut? Kalaupun ada mungkin hanyalah teman sepermainannya yan…

Opini | Membela Nabi Dengan Cara Nabi

Image
Film yang berjudul Innocence of Muslims ini merupakan sebuah indikator bahwa diluar sana masih saja ada yang tidak suka kedamaian , dengan sengaja memperlihatkan keburukan atau berusaha mengolok-olok kejelekan dari sesuatu yang tidak disukainya meskipun harus merubah fakta. Kita semua tahu bahwa menyakiti hati orang lain itu merupakan kesalahan dan pastinya itu merupakan sebuah larangan di dalam ajaran agama manapun. Sebagian dari mereka yang suka menebar fitnah dengan kebencian yang amat sangat mendalm akan beralasan bahwa mereka mempunyai hak berpendapat dan berekspresi. kalau memang benar itu alasannya apakah pantas kalau dia yang berusaha mendapatkan haknya itu lantas merampas hak orang lain dengan cara yang keji dan terkesan ingin mengadu domba. Umat islam yang geram, marah, dan sakit hati janganlah terpancing pada situasi yang penuh dengan muatan adu domba ini. Kita harus menyikapi seperti Baginda nabi tercinta menyikapi permasalahan. seperti ketika Baginda nabi hijrah ke Thaif di…

Opini | Calon Guru dididik Sebagai Siswa?

Beberapa waktu lalu heboh tentang banyak guru yang tidak lolos seleksi PLPG, sebagian yang tidak puas dengan hasil tersebut sampai nekat demo ke Universitas tercinta kita ini (Unesa), meskipun demikian tidaklah merubah keputusan panitia.
mungkin itulah salah satu indikasi bahwa indonesia masih tertinggal dalam masalah pendidikan, masih banyak guru yang sebenarnya kurang profesional mengajar anak didik yang mempunyai potensi sama besar seperti anak didik negara tetangga yang pendidikanya sudah maju, lalu bagaimana kita menyikapi hal tersebut?
Banyak hal yang sebenarnya perlu kita benahi, terutama dari diri kita sendidri apakah sudah bersungguh-sungguh dalam mencari ilmu? apakah kuliah hanya berorientasi pada ijazah dan nilai yang ada didalamnya? apakah orientasi pada pekerjaan?, apakah orientasi pacar dan lain sebagainya, tentu diri kita masing-masing yang dapat menjawabnya.
Hipotesis saya adalah ==> Ketidakprofesionalan guru tersebut dikarenakan ketika menjadi mahasi…

Opini | Keegoisan Orang Pintar Di Indonesia

Image
Sebagian masyarakat Indonesia ada yang hobinya menyalahkan, mengritik, kecewa dan menentang. ketika pemerintah menerapkan kebijakan tentang BBM misalnya, banyak yang kontra tetapi tidak bisa memberikan solusi, hanya menuntut tidak mau ikut bekerja, mereka berharap kebijakan yang diterapkan pemerintah bisa membuatnya nyaman tanpa peduli kondisi orang lain. Apakah Anda juga termasuk orang yang punya hobi mencari kesalahan orang lain? Renugkanlah! Kalau kita hanya ingin mencari kesalahan orang lain sesuai pendapat kita masing-masing tentu yang dilakukan orang lain hampir tidak ada yang benar, seperti yang akan saya uraikan dibawah ini. Sebagian masyarakat Indonesia merasa kalau pendidikan di Indonesia masih tertinggal beberapa langkah dari beberapa Negara tetangga, namun ketidakpercayaan diri ini tidak diikuti dengan semangat dan kesungguhan hati untuk membangun dan mencerdaskan bangsanya sendiri, oleh sebab itu masyarakat yang telah asyik menambah ilmu di luar negeri tidak mau pulang …

Gaya Hidup | Geografi Sebagai Gaya Hidup

Geografi tidak hanya menjadi ilmu pengetahuan, tetapi menjadi Gaya Hidup Tahukah Anda tentang gaya hidup geografi? Kalau mungkin ini pertama kalinya Anda membaca, simaklah baik-baik uraian dibawah ini. Pada zaman modern ini, gaya hidup tumbuh dan mengembang seiring bertambahnya penduduk dunia yang memiliki sudut pandang yang berbeda dalam memaknai dan menikmati hidup. Orang-orang yang suka kehidupan glamour akan cenderung bergaya hidup serba mewah meskipun kondisi keuanganya serba pas-pasan, orang yang terjun di dunia kesehatan secara automatis akan cenderung mengikuti gaya hidup sehat, orang yang terjun ke dunia bisnis akan berpola hidup dengan prinsip ekonomi, yaitu mengeluarkan modal seminimal mungkin untuk mendapatkan hasil yang maksimal, dan bagaimanakah gaya hidup geografi itu? Secara umum seorang yang mengikuti gaya hidup geografi akan lebih memperhatikan lingkunganya, misalnya dalam hal memakai baju, minimal ada tiga factor yang akan dipertimbangkan, pertama factor geografis a…