Tampilkan postingan dengan label Celoteh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Celoteh. Tampilkan semua postingan

Rabu, 29 Agustus 2018

Gempita di Shopee 9.9 Super Shopping Day​

Leave a Comment
Ada yang berbeda di Shopee pada September ini, apalagi jika bukan Shopee 9.9 Super Shopping Day​ pada tanggal 27 Agustus hingga 9 September mendatang untuk menandai angka cantik 9 September, alias 9.9. Banyak tawaran menarik dai Shopee, marketplace dengan nuansa warna orange ini pada Festival Tahunan 9.9.

Festival belanja 9.9 selama 14 hari yang dimulai dari 27 Agustus sampai 9 September secara non stop didukung oleh berbagai brand ternama, antaralain Samsung,Samsung, Unilver, L'Oréal Indonesia, and P&G .

Promo dalam festival belanja Shopee 9.9 Super Shopping Day antaralain Super Goyang Shopee dengan hadiah Rp 9,9 miliar, Super Flash Sale mulai dari Rp99, dan Super Brand Festival dengan diskon hingga 99%. Shopee juga akan melakukan penawaran dengan sistem tematik selama 14 hari berturut-turut, misalnya pada tanggal 27 Agustus Super Voucer day, 28 Agustus Super Fashion Day dan seterusnya.

Musti rajin-rajin ngecek Shopee nih, biar enggak ketinggalan penawaran sistem tematik. Coba ah emak K mau ngintip dulu, kali kepincut dengan sesuatu. Heheu.
Bener saja, ada Samsung s9 yang menggoda. Siapa ya yang beruntung mendapatkannya? Hihihi. EH,besok tanggal berapa? 30 Agustus kan? Shopee Super Brand Festival yang akan berkolaborasi dengan lebih dari 1.500 brand, ribuan promo eksklusif dari masing-masing brand. Untuk lebih menyukseskan kampanye tahunan ini, platform juga kini menjalin kerja sama strategis dengan J&T Express, BNI, BRI, dan Visa. Misalnya dengan BNI, dimana pengunjung pemegang kartu dapat memperoleh tambahan diskon 15% untuk semua produk, sedangkan pengguna J&T Express akan memperoleh gratis ongkir dengan kententuan.

Emak K langsung ngecek saldo di ATM BNI dan BRI, ternyata... zonk, Gengs, ada yang mau ngisiin?  Rasa-rasanya pengen nyolek abah K agar berkenan mengirim barang enam digit ke rekening BNI atau BRI. Emak-emak paling enggak bisa melihat diskon dan free ongkir memang.:p

Festival belanja Shopee 9.9 Supe Shopping Day, Shopee menggandeng Brand Ambassador baru;Via Vallen dan Rizky Febian. Yay, Via Vallen idola baru anak-anak millenial yang mempopulerkan kembali dangdut di kalangan remaja ini akan bergabung dengan brand ambassador terdahulu Prilly Latuconsina dan Maxime Bouttier .

So, Emak-emak dah punya barang incaran belom? Jangan terlewat yaa. 
Read More..

Kamis, 19 Juli 2018

Pensiun yang Tertunda dan Murid Berkebutuhan Khusus

2
Aku adalah murid yang paling dekil dan bodoh saat kelas 3 SD. Nilai Matematika dua koma, jangan tanya bagaimana dengan pelajaran yang lain, mirip-mirip kursi terbalik. Kala itu, pengaturan tempat duduk berdasarkan nomor absen. Sebagai pemilik absen paling buntut, aku duduk di bangku paling pojok belakang.

Pojok belakang terjauh dari meja guru. Bangku pojok belakang adalah neraka bagi seorang Hard of Hearing sepertiku. Hari-hariku di sekolah cuma bingung, nyaris setiap menit aku mengusik teman sebangku, "Pak Guru nyuruh apa, sih?"

Jangan tanya apakah aku bisa menyimak pelajaran. Boro-boro nyimak, 'baca' mulutnya pak Guru saja aku enggak bisa. Bisa dibilang kala itu aku cuma setor muka. Aku tidak tahu, apakah pak Guru sama sekali tidak tahu tentang telingaku yang istimewa, ataukah sebenarnya tahu tetapi tidak peduli.

Lagipula, itu sudah berlalu. Aku tidak akan bercerita tentang pak Guru di kelas tiga, sebab itu hanya membuatku menuang air garam ke dalam luka yang sudah kusembunyikan dalam lorong waktu. Aku akan menceritakan kepada kalian, sesosok guru yang menjadi hujan setelah kemarau panjang.



Pensiun yang Tertunda dan Murid Berkebutuhan Khusus

Aku memanggilnya pak Tondo. Masih terhitung saudara jauh, entah dari jalur mana. Pak Tondo sudah memasuki usia pensiun kala itu, tetapi karena belum ada guru pengganti yang menggantikan beliau, sekolah meminta beliau tetap mengajar di sekolah.

Entah apa yang ada di benak beliau dulu, sudahlah ditunda pensiunnya, di kelas ketemu anak berkebetuhan khusus dengan nilai yang na'udzubillah

"Utami, duduk di sini. Di depan Bapak." seru pak Tondo, ketika mendapatiku duduk di bangku bagian tengah. Disambut suara 'yes!' dari teman yang disuruh pindah oleh Pak Tondo. Jadilah aku duduk di depan meja guru persis, tempat duduk yang menjadi neraka bagi kebanykan murid, apalagi kalau gurunya tipe main tangan, tempat duduk persis di depan guru adalah tempat strategis untuk menggebrak pakai penggaris panjang. 

Tunas yang Tumbuh Setelah Kemarau Panjang

Kamu tahu bunga Zephyranthes Rosea? Ehmm. Lili Hujan? Bunga bawang-bawangan? Aku merasa, sejak di bangku kelas empat, tunas-tunas otakku mulai tumbuh setelah setahun sebelumnya kering-kerontang dan nyaris kehilangan nyawa untuk sekolah.


"Ada yang masih bingung?" tanya pak Tondo, berdiri di samping tempat dudukku.

Aku mengangguk pelan, cara mencari akar bilangan cukup membuat otakku panas.

Tidak kusangka, pak Tondo menjelaskan ulang kepadaku dengan sangat sabar. Di saat teman-teman yang lain sudah setor hasil pekerjaan mereka, aku masih dijelaskan oleh pak Tondo. Malu? Enggak, sebab pak Tondo tidak pernah membandingkan dengan murid yang lain. Sungguh, kata-kata, "Itu lho, si X sudah selesai." tidak pernah keluar dari beliau.

Di menit keberapa entah, di saat aku berhasil menyelesaikan soal akar, pak Tondo berseru, "Nah! Utami bisa, kan? Bisa."

Aku terpesona. Terpesona dengan kemampuanku sendiri, terpesona dengan senyum beliau yang mengembang. Hei, aku yang berulangkali dituding budheg, ternyata bisa membuat guruku tersenyum. Saat itulah, tunas-tunas percaya diriku mulai tumbuh. Gairah belajar melesak, aku tertantang untuk menyelesaikan soal-soal yang lain.

Utami kecil yang budheg itu, mulai merangkak, menyusun kembali mimpi-mimpinya yang nyaris tenggelam. Aku bukan pemuja rangking, tetapi tidak bisa memungkiri jika rangking empat yang bertengger di rapor kelas empat menjadi salah satu kebanggan yang memunculkan rasa percaya diri bahwa aku bisa seperti teman-teman Dengar, meskipun pendengaranku sangat terbatas dan sering diolok-olok loading lama.

Satu tahun bersama pak Tondo terasa begitu singkat. Mungkin, akulah murid yang paling nelangsa ketika pak Tondo resmi pensiun dan berhenti mengajar. Tanpa beliau sadari, pendampingan pak Tondo selama setahun adalah saat-saat aku membangun pijakan percaya diri juga pijakan pantang menyerah, yang masih sangat bermanfaat sampai sekarang.

Hiks-hiks, aku nangis.

Ternyata, Pak Tondo Masih Mengingatku di Hari Tuanya, juga Kilasan Tingkahku saat Di Kelas

Terakhir berkunjung ke rumah beliau adalah empat tahun yag lalu. Sebelum menikah, pak Tondo adalah salah satu daftar wajib kunjungan kala lebaran. Setelah menikah aku belum mengunjungi rumah beliau lagi karena sempitnya waktu, kepepet akan mudik sowan ke kampung halaman. 

Saat berkunjung ke rumah beliau, beliau selalu bercerita tentang kilasan-kilasan saat aku berada di kelas. Cerita-cerita yang membuatku malu, padahal dalam hati aku bangga karena beliau masih mengingatku, lengkap dengan kilasan saat di kelas belasan tahun yang lalu. Saat aku ganti bercerita tentang aktivitas sekolahku, aktivitas kuliahku, senyum beliau mengembang, dengan kucuran doa-doa yang indah. Gusti, gerimis hatiku, kumohon, Muliakan guruku.

Dear, Bapak.
Entah Bapak akan membaca atau tidak, terimakasih atas waktu dan cinta yang kauberi belasan tahun yang lalu. Semangat untuk berbenah dan belajar yang kudapat dari Bapak, masih kupakai sampai sekarang.

Terimakasih telah membantu menemukan harta karunku.

***

Fiuuuhhh, melow parah. Pagi ini aku menangis mengingat beliau. Masih banyak orang-orang yang sangat berkesan dalam hidupku, mungkin aku akan menuliskannya lain kali. Terimakasih #BloggerKAH, mbak Arin dan mbak Rani yang membuatku menulis blogpost ini.

Teruslah berbuat baik. kadangkala tanpa disangka, kebaikan-kebaikan yang bagi kita receh sangat berharga di kehidupan orang lain.
Oh iya, jangan lupa baca cerita mbak Rani Kejutan di Balik Kebaikan Kecil dan mbak Arin Mengenang Kebaikan Orang Lain, Agar Aku Selalu Ingat, Aku Sangat Beruntung ya. Sampai jumpa lagi di kollab bulan depan. :D





Read More..

Jumat, 30 September 2016

Abaikan Saja

8
Abaikan saja setiap nyinyiran yang menghias beranda. Barangkali mereka terlalu terlena pada kenikmatan, berpura lupa ingatan, tentang keragaman Penciptaan Tuhan; tak semua orang seberuntung dirinya.

Abaikan saja setiap ocehan yang bernada merendahkan. Barangkali orang-orang ini terlupa, jika setinggi apapun makhluk bernama manusia meraih impiannya, akan bersatu dengan tanah jua pada akhirnya.

Abaikan saja setiap makhluk yang dibekali keingintahuan bertanya 'kapan'. Barangkali ia khilaf. Hingga fitrah keingintahuan diletakkan pada tempat yang tak semestinya. Abaikan saja, sebab pertanyaan 'kapan' akan terus beranak-pinak. Jika perasaan terhanyut hanya karena pertanyaan 'kapan', dimanakah kita meletakkan sepetak kebahagiaan untuk diri?

Abaikan saja.
Sebab Robbuna yang akan menghitung setiap huruf dan kecap. Menagih pertanggung jawaban atas nikmat akal dan jasad, untuk apa?

Abaikan saja.
Tak usahlah menurukan hal yang sama.
Bagaimana rasanya, jika, pada jejak yang dicatat malaikat, huruf dan kecap kita nyatanya dipenuhi dengan salimg berbalas nyinyir dan menyakiti hati makhluk-Nya?
Read More..