Posts

Showing posts with the label Blogger Perempuan

Pergeseran dari Tim Gamis ke Tim Celana dan Tunik

Image
Bulan puasa kemarin aku pernah membuat blogpot di widiutami dot com, bareng dengan #BloggerKAH tentang tim gamis dan jilbab segiempat, eh, ternyata sekarang daku bergeser dari tim gamis ke tim celana dan tunik. Dulu juga tim daster addict, sekarang malah enggak punya daster babar blas, dasternya sudah pada pensiun tapi emak K enggak niat beli.

Why?

Si K yang mulai super aktif dan membutuhkan gerak leluasa dan lincah untuk mengikuti langkah-langkahnya menjadi alasan utama. Mobilitas yang semakin tinggi dan mengharuskan aku membonceng ataupun nyetir motor dengan membawa si K, harus mempehatikan benar-benar keamanan dan kenyamanannya, menjadi alasan kedua,

Gamis yang kumiliki biasanya kupakai saat di rumah. Jika keluar rumah dengan menggunakan gamis, aku masih memakai celana kulot sebagai dalamannya, biar kalau nenteng-nenteng ujung gamis auratnya tetap aman. Lha piye, si K itu kalau lompat lincah, jika emaknya ribet dengan gamis, aduh, bocahnya bakal melesat dan aku harus mengejarnya.

Ba…

Rian Lutfi: Blogger Lebay yang Nggak Bikin Eneg

Image
Ada yang bisa mengalahkan cowok ganteng. Ganteng saja nggak cukup. Tahu, apa? Cowok yang humoris. (Qaala Abahnya Kevin pada suatu masa PDKT :p)
 Humoris? Bisa ditebak, tipikal orang yang humoris temannya banyak. Moodboster ketika jenuh melanda. Pemecah suasana sepi menjadi riuh redam. Memaksa orang nyengir nahan geli lantaran melihat ulahnya yang Out Of Topic, padahal sedang gundah gulana. Membuat tipikal serius garuk-garuk kepala sembari membatin, "Elu waras?"

Seperti itulah sosok Rian Rosita Lutfi yang bisa ditangkap dari tulisan blognya. Laiknya kompor mledug yang super lebay, memang. Tetapi lebaynya nggak bikin eneg. Tulisannya n994k 31k1n 54k1t m4t4. Apa cobak bacanya? Les dulu sama anak alay sana. Eh.

Berbeda dengan kebanyakan orang yang ketika nulis tentang keapesan bikin pembaca ketularan sebal dan gondok, blogger pegawai keuangan ini menyulap keapesan yang dialaminya menjadi lelucon yang memaksa sesiapapun yang membaca untuk tertawa. Termasuk aku yang tengah ngepo-i…

Susi Ernawati: Blogger Multitalenta dari Negeri Kartini

Image
Keberadaan jaringan internet semakin memudahkan orang untuk mencari informasi di era digital. Disinilah peran sentral blogger sebagai penyedia informasi. Susi Ernawati, salah satu blogger dari Negeri Kartini adalah salah satu dari sekian blogger profesional dari Negeri Kartini, Jepara. Rumah mayanya www.susindra.com merupakan tempatnya mempublikasikan aneka artikel yang bermanfaat dan menginspirasi.

Mengangkat Lokalitas Jepara Sebelum berwisata ke Jepara, berkunjunglah ke rumah maya Susindra terlebih dahulu agar tak mengalami kekecewaan seperti yang kualami lima tahun yang lalu. Saat itu kami sekeluarga berniat untuk berwisata ke Jepara selepas ziarah di Masjid Agung Demak, tetapi karena tak ada referensi yang memadai, kami memutuskan untuk mampir ke pantai Kartini saja. Tebaklah apa yang terjadi. Kami kesasar. Setelah sampai di pantai Kartini kami tidak bisa masuk ke musium Kura-kura karena terlalu sore. Errrr, jadilah kami Cuma memandangi pantainya yang sudah kotor. Hiks. Susindra …

Arinta Adiningtyas; Being Full Time Mother at Home, Why Not?

Image
Emak-emak selalu saja identik dengan daster dan seabrek gawean yang nggak kelar-kelar. Apalagi jika punya batita, pagi bau ompol, siang bau bawang, mandi sore lima menit udah bau ompol lagi. Percayalah, dibalik anak-anak yang lucu nggemesin ada emak-emak rempong yang rela makan sembari nggendong batita yang tengah buang angin. Padahal pada saat masih gadis, sekedar  melihat kotoran ayam saja sidah jijai nggak mau melanjutkan ritual makan. Berbeda dengan Ibu pekerja, ritme full time mother berputar pada hal-hal itu saja, nyaris tak ada perubahan berarti. Jika full time mother tidak kreatif dalam memanage waktu dan kegiatannya, full time mother rentang terserang mati bosan, begitu emak-emak alay bilang. tetapi hal tersebut tidak terjadi pada Arinta Adiningtyas, Ibu Rumah Tangga yang rela melepas profesinya sebagai guru TK demi ikut suaminya. Istri penyayang, mana bisa pisah lama dengan sang suami? Ehm. Selain mengisi hari-harinya dengan seabreg aktivitas seperti laiknya emak-emak, Ari…

Elisa Karamoy; Pentingnya 1000 HPK si Kecil

Seribu Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) si kecil merupakan salah satu fase perkembangan yang tidak boleh dilewatkan oleh orang tua. Pada 1000 HPK, si kecil berada dalam usia Golden Age yang tidak akan terulang pada usia selanjutnya. Asupan nutrisi yang cukup serta stimulus yang diberikan kepada anak menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan oleh orang tua agar kemampuan si kecil pada 1000 HPK berkembang maksimal. Elisa Karamoy, blogger 3 anak, menuturkan jika stimulus sangat penting peranannya pada perkembangan 1000 HPK si kecil. Ibu Rumah Tangga yang memutuskan untuk menjadi full IRT pada saat kehamilan kedua menuliskan pengalamannya di blog pribadi tentang anak pertamanya yang belum mampu berbicara dan berjalan pada usia 18 bulan akibat kurangnya stimulus.

Di samping nutrisi yang cukup, ujar blogger yang berdomisili di Tangerang ini, si kecil juga memerlukan stimulus, rangsangan dari luar, untuk meningkatkan perkembangannya. Sebagai Ibu dari anak yang pernah mengalami ket…

Emak-emak Gendong

Image
"Sesuk adol jahene makde Tun, yo, Nduk. Sopo reti iso gawe tuku buku.1" ujar Ibu saat aku melaporkan jika membutuhkan buku paket penunjang.
Keesokan harinya, aku ikut ibu ke rumah makde Tun yang berjarak kurang lebih satu kilometer dari rumah. Ibu menenteng lipatan garung goni dan timbangan gantung. Di pundaknya tersampir selendang kecil lusuh berwarna coklat tua. 
"Dhe, ning ngendi jahene?2" celetuk Ibu saat sampai di halaman rumah makde Tun. Perempuan berambut keriting yang tengah nginang3 itu segera menggiring ibu ke kandang sapi. 
Tumpukan jahe terlihat tak jauh dari tumpukan rumput hijau persediaan pakan sapi. Aku turut menemani Ibu memilah-milih jahe. Mengelompokkan jahe berdasarkan jenis dan kualitasnya. Jahe gajah, jahe merah atau jahe keriting. Jahe yang busuk dipisahkan untuk dibuang. Setelah dipilah, jahe dimasukkan ke dalam karung untuk kemudian di timbang.
Timbangan yang telah dililit selendang diikat kuat-kuat di celah-celah pintu sebelum digunakan u…