Posts

Showing posts with the label Blog Contest

Ketika Kami Salah Mengartikan Kebaikanmu

Image
Sore itu, aku marah. Ndremimil nggak karu-karuan. Apa pasal? Suami tak mau mengangkatkan telepon. Satu pun beliau tidak berkenan. Bukankah beliau sudah paham jika aku tidak bisa mengangkat telepon, kenapa untuk urusan satu ini susah benar? Suami dan istri harusnya saling melengkapi, bukan begitu? Aku memasang tampang judes. Ketika suami mendekat, aku melengos. Seharusnya beliau memahami kekuranganku dengan membantu mengangkat telepon yang masuk ke nomor handphone-ku. Jauh sebelum beliau melamar, aku sudah menuturkan dengan detail tentang keadaanku yang mengalami tunarungu parsial. Maghrib menjelang, aku masih terkungkung kemarahan. Suami memutuskan untuk keluar tanpa pamit. Aku mencoba untuk tidak peduli.
Imajinasiku semakin liar. Menebak-nebak tak tentu arah.
Apa beliau tidak mau memahami keadaanku yang tunarungu? Apa beliau terbebani mempunyai istri yang tunarungu?
Aku tergugu. Ternyata tidak mudah. Terbayang tentang teman-teman tunarungu yang rerata memilih pasangan sesama tunarun…

Langkah Kecil Menghilangkan Sekat Dunia Difable dan Dunia Normal

Image
Tatapan curiga; Gelagat menarik diri; Cenderung pendiam, atau sebaliknya, bertingkah sangat menyebalkan; adalah sedikit dari berbagai macam tingkah laku penyandang difable yang ditangkap oleh orang-orang normal. Sombong, tatapan menghina, tatapan meremehkan, tatapan kasihan; merupakan sedikit diantara berbagai macam tingkah orang normal yang ditangkap oleh penyandang difable. Perbedaan sudut pandang tersebut menyebabkan adanya sekat tebal antara orang normal dan penyandang difabel. Sekat ini tidak begitu berpengaruh terhadp orang normal, namun sangat berpengaruh pada penyandang difable. Tak heran jika banyak penyandang difable yang menjadi beban bagi lingkungannya karena gagal dalam mengembangkan dirinya sendiri.
Kok sepertinya sok tahu tentang sudut pandang ini? Apakah ini mengada-ada?
No. Its real, Dear. Sebagai penyandang tunarungu tipe hard of hearing, atau sering disebut sebagai kesulitan pendengaran, aku seolah berada di dunia abu-abu. Di Dunia orang normal, aku menjadi makhluk a…