Seorang pria paruh baya pernah bertamu ke rumah minta diajari ngeblog setelah Widut disebut namanya sebagai blogger oleh pak Bambang, penulis lepas di Kompasiana yang sudah memiliki nama di sana. Pria itu mengaku sudah terbiasa menulis tapi belum tahu caranya untuk mendapatkan uang melalui kegiatan ngeblog. Tak tanggung-tanggung, ekspekstasi bapak itu ingin berpenghasilan seperti Atta Halilintar, seorang vlogger yang katanya pendapatannya per bulan mencapai ratusan juta rupiah. Namun, setelah aku jelaskan panjang lebar mengenai lika-liku ngeblog dengan segala resikonya, bapak itu mengurungkan niat. 
Esok paginya, bapak itu mengajak anaknya dengan harapan anaknya bisa diajari bahasa pemrograman agar bisa ikut mroyek bersamaku. Namun, anaknya yang fresh graduated jurusan Pendidikan Ilmu Sosial itu juga ternyata mengundurkan diri setelah aku jelaskan bagaimana lika-liku jadi programmer dan bahasa apa saja yang harus dia kuasai untuk bisa ikut mroyek bersamaku.

Teman, saudara, dan beberapa tetangga berulangkali meminta diajari menulis dengan harapan bisa mendapatkan uang dari kegiatan ngeblog. Kebanyakan dari mereka berpikir instan semacam asal bisa nulis langsung bisa mendapat bayaran. Kalau diceritakan bagaimana proses berdarah-darahnya perjuangan seorang blogger untuk membranding blog dan diri sendiri, banyak yang langsung balik badan. Keinginan mendapatkan pengasilan dari blog langsung dikubur dalam-dalam.

Lalu, sebetulnya berapa sih pendapatan kami sebagai Blogger Sejoli yang menggeluti dunia blogging selama bertahun-tahun ini? Apakah gaji dari ngeblog itu bisa diandalkan untuk memenuhi kebutuhan bulanan sehingga menjadi wajar kalo banyak yang ingin menjadi blogger dadakan?

Kami membedakan jalur pendapatan ngeblog dari dua jalur yaitu: 1) Publisher iklan dan 2) Content placement, Content Writer, dan semacamnya.

Pendapatan dari jalur publisher untuk saat ini didapat dari AdSense dan AdAsia. Dari sekitar 7 blog yang kami kelola, pendapatan dari publisher kami tergolong minim yaitu: Adsense rata-rata 4 s/d 6 juta per bulan dan AdAsia sekitar USD60 per bulan. Kenapa kami bilang minim? Ya karena modal untuk beli domain, sewa server, dan aneka kebutuhan untuk ngeblog bisa sampai 2 juta per bulan. Terkadang malah bisa lebih. Katakanlah pendapatan kotor rata-rata kami sebulan dari publisher adalah 6 juta dikurangi belanja modal 2 juta tinggal 4 juta. Sehingga, kalau dibuat penghasilan rata-rata per blog kurang dari 600 ribu. Terhitung kecil kalau kami menekankan provit oriented.

Sumber pendapatan kedua adalah dari content placement atau content writer. Bahasa sederhananya adalah kami mempublikasikan artikel di blog untuk mempromosikan produk seseorang secara langsung atau agency. Kalau artikel yang dipublikasikan itu sudah disediakan dari sana namanya content placement (CP). Kalau artikelnya kami tulis sendiri namanya content writer (CW) (istilah internal kami).

Pendapatan dari jenis kedua ini beragam nilainya tergantung blog mana yang digunakan. Kalau CP di blog Blogger Sejoli ini minimal 150 ribu dan CW 300-an ribu. Kalau di blog kami yang lain CP mulai dari 350 ribu dan CW bisa sampai 750 ribu per artikel. Kalau pas lagi rame, seperti menjelang ramadhan, idul fitri, natal, dan hari-hari besar lainnya, pendapatan kami dari jenis kedua ini bisa 2 sampai 3 juta dalam seminggu. Tapi kalau pas lagi sepi 500 ribu sebulan saja gak dapat. 🤣

Percayalah! Ngeblog itu lebih asyik kalau gak begitu menghiraukan pendapatan. Uang yang kami dapat dari ngeblog kebanyakan juga habis untuk ngeblog lagi seperti mencari konten ke daerah-daerah, tempat wisata, uji coba produk, dan lain sebagainya. Tak jarang kami malah tekor saat melakukan travelling untuk mencari konten.


Terakhir aku ingin menyampaikan kalau kalian ingin belajar ngeblog karena ingin mendapatkan penghasilan tentu saja salah alamat kalau ingin belajar pada kami. Meskipun, katakanlah kami saat ini memiliki pendapatan kotor 2 digit, toh nyatanya kami juga masih orang misqueeen dan banyak hutangnya. 😭

Post a Comment

Komentarlah yang baik.
Tujukkan Karakter Bangsa Indonesia.