Jumat, 07 Desember 2018

Memecahkan Ketuban; Salah Satu Cara Induksi Persalinan

Leave a Comment
Aku tidak menyadari jika dulu juga mengalami induksi persalinan. Gara-gara membaca referensi terkait induksi persalinan, aku begumam,"Oh, memecahkan ketuban juga termasuk induksi persalinan."

Kukira, induksi persalinan hanyalah suntik dan infus yang memacu pembukaan demi pembukaan. Ternyata enggak, ada beberapa metode induksi persalinan yang dilakukan oleh penolong persalinan yang bisa dipilih sesuai dengan kondisi Ibu Hamil.

Induksi persalinan adalah proses stimulasi untuk mempercepat proses persalinan. Metode ini sangat beresiko dibandingkan dengan persalinan alamiah, sehingga membutuhkan pendampingan ketat dari tenaga penolong persalinan. Ada baiknya kita atau keluarga kita bertanya terlebih dahulu kepada dokter tentang konsekuensi juga resiko yang haus kita hadapi jika menyetujui tindakan induksi.

Jaman kelahiran si K dulu, aku mengalami kontraksi sejak jum'at dini hari jam 3 pagi, Jum'at jam 6 sore si K belum menampakkan tanda-tanda siap dilahirkan. Hingga kemudian aku dirujuk ke RSU Puri Asih pada hari Jum'at jam 11 malam. Hari Sabtu jam 12 malam, ketubannya pecah dan bidan yang mendampingi memutuskan untuk memecahkan ketuban agar pembukaan segera sempurna dan bayi bisa segera dilahirkan.

Rasanya?
Entah. Enggak kerasa. Malah lega luar biasa karena setelah ketuban pecah, bidan segera memberikan intruksi untuk ngeden. Akhirnya!



Beberapa Cara Induksi Persalinan

Induksi persalinan ternyata enggak cuma suntik dan infus. Ada beberapa cara Induksi Pesalinan yang bisa dilakukan oleh tenaga penolong yang bisa dipilih sesuai dengan kondisi  Ibu.
  • Membrane Sweep
Membrane Sweep dilakukan oleh tenaga peolong persalinan dengan cara menyapukan tangan di leher rahim untuk memisahkan kantung ketuban dengan leher rahim. Hal ini dilakukan karena ketika kantung ketuban dan leher rahim terpisah, tubuh akan mengeluarkan hormon Prostaglandin yang berperan sebagai pemicu persalinan.
  • Mematangkan Leher Rahim
Pada beberapa Ibu mengalami kondisi janin sudah siap dilahirkan namun leher rahim belum matang. Kematangan leher rahim ditandai oleh tenaga penolong persalinan sebagai pembukaan. Pembukaan 1-10 maksudnya adalah leher rahim sudah melebar dengan ukuran 1 cm, 2 cm hingga 10 cm. 10 cm adalah ukuran lebar yang dianggap sudah siap untuk melakukan persalinan.
Untuk membantu mematangkan leher rahim,dokter akan memberikan obat berisi hormon yang harus diminum, bisa juga dimasukkan obat melalui vagina, beberapa menggunakan kateter balon yang dimasukkan melalui jalan lahir.
  • Memecahkan Air Ketuban
Aku dulu mengalami kondisi dimana pembukaan sudah lebar tetapi ketuban tidak kunjung pecah meskipun aku sudah mengalami kontraksi lebih dari 24 jam. Sebelum melakukan pecah ketuban, bidan terlebih dahulu memonitoring detak jantung janin, begitu juga setelah ketuban dipecahkan, detak jantung janin akan diperiksa secara berkala.
Waktu itu setelah dipecahkan ketubannya, aku langsung disuruh mengedan meskipun perutnya harus didorong oleh 4 orang bidan. Hahahaha
  • Menggunakan Obat-obatan yang Diinfuskan ke Pembuluh Darah
Oksitosin, Homon sintesis untuk memicu persalinan disuntikkan ke dalam infus yang sudah dipasang ke pembuluh darah.Proses ini dilakukan jika leher rahim sudah mulai matang dan melunak. 

Apakah penting mengetahui jenis-jenis induksi persalinan untuk Ibu yang akan melahirkan? Sangat penting. Agar kita siap dan tidak panik ketika tenaga penolong persalinan memutuskan untuk melakukan tindakan induksi. Ilmu yang cukup akan membantu Ibu untuk rileks, rileks ini sangat penting saat proses persalinan. Ya, jika ada kesakitan dan berasa ingin nyakar suami itu mah wajar. Hehehehe

0 Komentar Anda:

Posting Komentar

Komentarlah yang baik.
Tujukkan Karakter Bangsa Indonesia.