Senin, 19 September 2016

Nostalgia Si Doel anak Sekolahan

14
Yang angkatan 90-an siapa? Merapaattt! :P
Yak, challenge BloggerKAH bulan ini tentang sinetron 90-an. Eike yang paling imut bingung, dongs, sinetron apaan yang pernah menghiasi dunia layar kaca tahun 90-an? Iya mbak Arin dan mbak Rani masih jelas mengingat sinetron tahun 90-an, lhah, aku, masih piyik, masih ngempeng saat sinetron yang diobrolin di grup wa tayang. Heuheuuu.

Akhirnya, setelah bersemedi mengumpulkan dan memancing segala ingatan masa kecil, kelebat-kelebat hitam-putih tayang ulang di otak. Ehehehe, jaman dulu, kan, tv di rumah masih hitam putih yang butuh ketelatenan super untuk menikmati tayangannya. Jaman aku masih suka manjat pohon jambu dan kopi, tv menjadi nilai plus sebagai ajang kumpul para bocah se kampung. Nonton tv setiap pagi di hari minggu adalah jadwal rutin yang tidak boleh dilewatkan. Kadang setelah lelah main gobak sodor, kami akan gegoleran di depan tv dengan kaki belepotan blethok dan baju yang bau keringat. Wkwkwk. Rameeee banget pokoknya. 

Salah satu sinetron yang menjadi salah satu sinetron favoritku sampai sekarang adalah Si Doel Anak Sekolahan. Sinetron ini, membuatku  penasaran tentang dunia kampus. Jika sinetron Mak Lampir membuatku berfantasi tentang nenek tua bungkuk yang akan datang ke rumah jika aku menangis malam-malam, sinetron Si Doel Anak Sekolahan membuatku berfantasi menjadi Sarah yang terlihat metropolis. Mhuahahaha.

Sinetron yang pertama kali tayang tahun 1994, saat aku masih digendong kemana-mana oleh Ibu sembari keliling kampung membeli hasil pertanian dari para petani untuk kemudian dijual lagi ini terdiri dari 162 episode dan 7 musim. Episode yang cukup panjang meski tak sepanjang Uttaran yang baru saja tamat.

Berlatarbelakang suasana kampung Betawi yang sangat kental, si Doel menikmati hari-harinya bersama kedua orang tuanya, pak Sabeni dan Mak Nyak, serta adiknya Atun. Keberadaan Mandra dan mas Karyo yang tinggal di rumah Pak Sabeni semakin membuat sinetron ini penuh humor. Seperti kebanyakan remaja saat ini, si Doel juga mengalami masa-masa dimana ada perempuan dalam kehidupannya. Lika-liku cinta antara Si Doel, Zainab dan Sarah yang dulu bagiku sekedar bumbu cerita, kini malah membuatku baper setengah mati. Huks

Ada Udang di Balik Batu, Ada Hikmah di Balik Skripsi yang Berliku

Eaaa, mentang-mentang saat menulis blogpost ini sohibul blog sedang ngejar deadline skripsi, trus poin yang pertama disoroti adalah poin skripsinya Sarah. Hahaha. Nggak papa, kan biar yakin ada hikmah di balik skripsi yang berliku, meski sampai sekranag belum terlihat hilal hikmah-nya. :p
Dari Skripsi Sarah yang mengangkat tentang budaya Betawi inilah kisah cinta Sarah dan Si Doel dimulai. Sarah yang agresif khas anak metropolitan harus berjuang menaklukkan hati si Doel yang kampungan dan cenderung dingin terhadap perempuan. Segala cara digunakan Sarah untuk bisa mendekati si Doel, dari memanfaatkan keberadaan Hans, sepupunya Sarah sekaligus teman kuliahnys si Doel hingga mendekati keluarga si Doel secara keseluruhan, Mandra pun tak terlepas dari lingkaran ini. Heuheuuu.

Perjuangan skripsi Sarah, jika ditengok jaman sekarang tergolong berat. Kalian ingat, kan, komputer macam apa yang digunakan Sarah untuk keperluan kuliahnya. Aplikasi yang digunakan pun masih Word Star, hahaha, eike lhoh nggak pernah ngetik pakai word star. Kudu gugling dulu untuk tahu cem mana word star itu dan langsung ngucap hamdallah karena nggak perlu merasakan rempongnya pake word star. :p

word star. image source: scrounge(dot)org


Internet? Belum se-booming sekarang yang tiap rumah sudah punya wifi kecepatan 10 mBps. Seingatku, dulu saat menonton si Doel Anak Sekolahan nggak nemuin adegan yang terkait dunia per-internet-an. Lha wong Hp saja masih motorolla yang segedhe gaban.

So, Don't Give Up, Dut! Skripsimu mah, hanya remah-remah wafer dibanding perjuangan Sarah.

Antara si Doel, Zainab dan Sarah

 Si Doel kabarnya sudah dijodohkan dengan Zainab sejak orok. Zainab adalah perempuan Betawi asli dengan watak super kalem, berkebalikan dengan keluarga Doel yang ceplas-ceplos. cenderung nyolot. Masuknya Sarah dalam kehidupan si Doel adalah ancaman besar bagi Zainab. Dasarnya si Doel yang nggak tegas, Zainab dan Sarah sama-sama mengambang di awang-awang. Ditolak nggak, diterima juga nggak. Apesnya, Zainab dan Sarah kadung jatuh cinta kepada si Doel, seolah-olah nggak ada cowok lain di dunia ini. Mungkin jatuh cinta dengan kumis si Doel yang anti mainstream, wkakakak.

Perjalanan cinta segitiga antara si Doel, Zainab dan Sarah berakhir dengan menikahnya Sarah dan si Doel, Zainab dengan pengusaha Tionghoa yang dipilih oleh orang tuanya. Eh, lha kok di sesi si Doel Anak Gedongan yang disiarkan oleh Indosiar, perjalanan cinta segitiga ini masih berlanjut. Zainab saat itu akan melahirkan di rumah sakit dan harus diberi tindakan saat itu juga. Si Doel yang menolong Zainab, dengan alasan agar tindakan segera dilakukan, mengaku kepada petugas Rumah Sakit jika dia adalah suami Zainab.

Sarah, si Doel dan Zainab. img source: arantan files


Errr...Petaka pun dimulai, saat si Doel berada di Rumah Sakit bersama Zainab, Sarah secara kebetulan juga berada di rumasakit yang sama dan tersulut cemburu tanpa peduli apa alasan si Doel.
Wkwkwk, jadi ingat penggalan ini:

Suami:
Mama, Ayah kecelakaan. Diantar Juliet ke Rumah Sakit Bunda.
Kaki ayah patah, lengan kiri sobek. Yang lain hanya lecet-lecet, kok.

 Istri:
SIAPA JULIET?

Wkwkwk, emang enak jadi perempuan yang dominan perasaan daripada akalnya. Mhuahahah. Singkat cerita, Sarah pergi tanpa pamit, tak bisa dihubungi, si Doel menunggu selama 8 tahun lamanya. 8 tahun... 8 tahun itu pula si Doel merenung dan akhirnya memutuskan untuk menceraikan Sarah dan menikahi Zainab yang telah menjadi janda.

Sudah? Happily ever after? BIG NO! Anak kecil yang meminta tolong di mimpi si Doel kembali menguak luka lama. Ketika si Doel ke pantai karena penasaran dengan anak berusia 8 tahun di mimpinya, ternyata adegan yang sama ia alami. Dan, anak kecil tersebut tak lain dan tak bukan adalah anak si Doel bersama Sarah yang dikandung Sarah saat pergi dari kehidupan Doel.

Si Doel dan Realita Lulusan Sarjana Masa Kini 

Selepas prosesi wisuda yang mengharu biru dengan serombongan keluarga menumpang oplet tua, ujian kehidupan dimulai. Aplagi jika bukan persoalan ijazah sarjana. Image orang tua saat itu, pun masih berlaku sampai saat ini, menganggap bahwa lulusan sarjana otomatis menjadi orang kantoran yang berpenampilan klimis.

Si Doel pun mengalami dilema yang umum dialami oleh lulusan sarjana, apalagi jika bukan lamar kerja kesana-sini, dari sabang sampai merauke, dari bawah pohon sampai lubang cacing. Eh. Tetapi bukan si Doel namanya jika hanya menunggu lamaran dengan ongkang-ongkang kaki di rumah, apalagi mainan gadget sepanjang hari seperti remaja masa kini, si Doel memilih untuk menghabiskan masa penantiannya untuk membantu Nyak-Babenya cari nafkah dengan menjadi supir oplet warisan Babe yang sudah na'udzubillah tuwirnya.

Kalian, yang baru wisuda, tiru saja si Doel sembari menunggu lamaran diterima. Sukur-sukur sekaliqan melamar anak orang. Sekali mendayung, libas dua tiga pertanyaan mainstream selepas wisuda yang mengantri; kerja apa dan kapan nikahnya. :P

Jangan Remehkan Kekuatan Sebuah Doa 

Jangan remehkan kekuatan sebuah doa, dalam sinetron sekalipun. Babe Sabeni mendoakan si Doel jadi Gubernur. Yak, kejadian sekarang, si Rano Karno menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat. After 20 years setelah sinetron ini pertama kali tayang! Kata Mandra, dalam dialog Tonight Show, perkataan Babe Sabeni tersebut asal nyeplos, kagak ada di skrip. Heuuu, asal nyeplos saja beneran kejadian, apalagi berdoa dengan sepenuh hati, cinta dan harap.

 Jadi, doakan saja yang baik-baik. Nyeplos yang baik-baik. Nyumpah yang baik-baik saja. semacam; moga yang baca blog ini jadi orang kaya yang dermawan. :D

Ehehehe, kamu, apa yang kamu ingat dari si Doel kumisan ini?

Yuk, simak mbak-mbakku di BloggerKAH yang ingatan tentang sinetron 90an lebih banyak dan tajam. Ada mbak Rani yang cerita tentang sinetron kesayangannya yang diklaim sebagai sinetron sepanjang masa di sini, dan mbak Arin yang mendaftar 15 sinetron 90an disini. Eh, kali ini kita kedatangan blogger tamu kece yang belum bisa move on dari pesona Prancis, mbak Ning Kisekii yang cerita all about sinetron generasi 90an disini. Teteuppp, eike menang muda dan cuma mengenang sinetron ini selain Keluarga Cemara.



 



14 komentar:

  1. saya lebih setuju Si Doel sama Zaenab loh Mba Widi, soalnya saya lebih suka Maudi dibanding Cornelia :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini jatuh cinta dengan kalemnya Maudy apa memang murni karena lihat jalan ceritanya, mam Ira? 😂

      Hapus
  2. Sepertinya aku pernah nonton reality show yang disebutkan di atas. Makanya aku belajar menyumpahi yang bagus2 terutama sama anak sendiri.. Heh! Kamu jangan terlalu kreatif Nak, nanti jadi enginer Microsoft atau CEO saingan google baru tahu rasa! HaHaHa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nyumpah model mama blogger mah gitu yak. Nggak jauh-jauh dari dunia IT. 😂

      Hapus
  3. gini ya ulasan istri programmer mah.. nyinggung2 word star segala. aku mah mana ngerti :p

    aku ngakak abis pas baca ini: "Sekali mendayung, libas dua tiga pertanyaan mainstream selepas wisuda yang mengantri; kerja apa dan kapan nikahnya. :P" nyahaha...

    betewe, sama seperti Mbak Ira, aku pun lebih setuju si Doel sama Zaenab. Zaenab mah manisnya bukan buatan..haha.. Aku sukaaa bgt sama kecantikannya si Maudy.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya sih, kalo cantik dan kalemnya menang Maudy daripada Cornelia. Etapi kan meski udah ketemu Sarah lagi, si Doel tetep milih Zainab kan? Astaga, jika memang ada di dunia nyata, cem mana hati si Zainab ini?

      yaelah... Word star cem mana aja baru tahu tadi waktu gugling. 😂

      yahhh. Aslinya aku bersyukur lulus telat, selamat dari dua pertanyaan mainstream selepas wisuda. Paling-paling mah nanti muncul, kenapa sarjana di rumah aja? 😂

      Hapus
  4. Hahahaha pada ketauan deh sapa yang paling piyik ya :p

    Btw thx ya for having me di challenge bulan ini, seru banget flashback sinetron 90-an ini :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. You're welcome, mbak Ning.
      Kapan-kapan gabung lagi, yak. :p

      Hapus
  5. Saya juga menonton sinetron rakyat biasa ini.
    Banyak pelajaran yang saya dapat darinya.
    Sayangnya saya tidak tahu endingnya, dengan siapa si Doel akhirnya menikah.
    Salam hangat dari Jombang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Akhirnya si Doel nikah dengan Sarah kalo di Si DOel Anak Sekolah.
      Kalo di Si Doel Anak Gedongan, cerai dg Sarah dan nikah lagi dengan Zainab, Pakdhe. Hahahaha. :D

      Salam dari Salatiga, Pakdhe, yuk main sini.

      Hapus
  6. Duh kalau beginimah jadi berasa seperti balik lagi ke jaman dulu ya mbak, sepertinya harus beli lagi nih kaset si doelnya biar bisa mengobati kangen saya,

    BalasHapus
  7. ralat mbak, bang doel bukan gubernur jawa barat..tapi gubernur banten heheh

    saya nnton yg sesion 1 aja nih sinetron..pas tayang d indosiar sya gk nnton & smpe skrg gak tau ending ny gmna hahha :D

    diniratnadewi.blogspot.co.id

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waaah. Iyaaa. Dalam bayanganku Jabar sama Banten podo wae. Hahahaha. Makasih, Mbak. 😊

      Hapus

Komentarlah yang baik.
Tujukkan Karakter Bangsa Indonesia.