Selasa, 06 September 2016

Hangatkan Hatimu dengan Wedang Jahe

8
Otak sedang cenat-cenut persoalan skripsi, hati sedang baper karena ulah mantan, eh, maksudku hari di Salatiga sedang dingin, sedingin hati mantan... ea, kutipan saat antri beli es di samping pusat oleh-oleh Jogjakarta ternyata sukar kulupakan, sebab salah satu komentatornya adalah pria jago ngoding yang sekarang jadi suami sekaligus Abahnya si K. :p

Di saat cuaca seperti itu obatnya adalah mencari penghangat, agar hati ikutan hangat. Berharap otak ikutan mencair, agar nulis skripsi selancar ngoceh di blog. Cuman tinggal edit doang tetapi ternyata, maasyaAllah bekunya otak. *ngantuk* Wedang Jahe bisa menjadi salah satu solusi. Hmm, sluurrppp. syedappp.


Mau? 
Banyak wedang jahe yang beredar di pasaran. Dari yang ber-tag line wedang jahe hingga wedang jahe susu. Tetapi, trust me, please, nggak ada satu pun wedang jahe instan yang bisa menandingi rasa wedang jahe merah di angkringan langganan. Bermodal dua ribu rupiah, si Abah K sudah bisa membelikan istrinya segelas wedang jahe merah yang pedash, ingat, peda(((shhhh))). Lah, kalau angkringan langganan tutup atau Abah K lagi nggak mau keluar pegimana? Hatimu mau kaubiarkan mendingin, Dut? :p

Aku pun menyambut riang gembira ketika mbak Bekti memutuskan untuk membuat jahe merah bubuk setelah bapak pulang dari kebun dengan membawa jahe merah segar. Hmmm, iya, dong, karena aku nanti bisa buat wedang jahe merah dengan kilat. Bhuahahaha. Dasar nggak mau repot. :P

Manfaat Jahe

Saat mengunjungi situs litbang pertanian, aku menemukan hasil penelitian farmakologi yang menyimpulkan bahwa kandungan senyawa antioksidan alami dalam jahe cukup tinggi dan sangat efisien dalam menghambat radikal bebas superoksida dan hidroksil yang dihasilkan oleh sel-sel kanker, dan bersifat sebagai antikarsinogenik, non-toksik dan nonmutagenik pada konsentrasi tinggi.
Itu baru satu, masih ada lagi manfaat jahe. Dulu, saat hamil si K, aku mabok berat. Makanan apapun yang kumakan langsung muntah. Mual-mual jadi teman sehari-hari. Disinilah peran jahe, mengurangi mual-mual, sehingga aku bisa sedikit relax. Efek relax yang ditimbulkan bukan hanya untuk ibu hamil doang, lhoh, efek relax ini berlaku secara global. Termasuk mual karena mabuk kendaraan dan efek kemoterapi.

Sedang program diet? Cobalah, konsumsi wedang jahe.Kandungan yang ada di dalam wedang jahe bisa menurunkan berat badan. Tetapi hati-hati, jika kelebihan wedang jahe, perutmu bisa kembung, dan... gas udara segera meledak. :p

Koleksi WiDut

Mengolah Jahe 

Orang-orang di kampungku biasanya mengolah jahe menjadi sirup jahe, jahe kering, dan yang paling umum adalah mengolahnya menjadi wedang jahe, baik berbentuk bubuk untuk disimpan maupun mengolahnya untuk langsung di konsumsi. 

Membuat Wedang Jahe Bubuk

 Untuk membuat wedang jahe bubuk, bahan yang perlu disiapkan antaralain:
  • 5 buah rimpang jahe merah (recomended, jika tidak ada bisa memakai jahe biasa, hanya rasanya menjadi kurang pedas)
  • 1/4 kg Gula Pasir
  • 1/4 gelas belimbing air matang
Cara membuat:
  1. Bersihkan rimpang jahe, rendam selama satu malam agar tanah di sela-sela rimpangnya larut.
  2. Bersihkan kembali dengan air yang mengalir keesokan harinya hingga benar-benar bersih.
  3. Potong jahe tipis-tipis, kemudian masukkan ke gelas blender.
  4. Masukkan air matang 1/4 gelas belimbing, blender hingga halus.
  5. Saring dan peras hingga didapatkan sari jahe.
  6. Tuang sari jahe dan gula pasir ke dalam wajan, panaskan dengan nyala api yang paling kecil. Aduk-aduk hingga mengkristal.
Bubuk wedang jahe sudah siap. Simpan ke dalam toples kedap udara. Jika ingin menyajikan, cukup seduh dengan air panas sesuai dengan selera. Kalau WiDut biasanya menyeduh dua sendok makan bubuk jahe, plus satu sendok makan gula pasir ke dalam cangkir. Hosshh, pedes dan sensasi panasnya manteb. :p
 
Hmm, untuk sirup dan jahe yang langsung dinikmati, eike mau praktik dulu, yak. So long-long time nggak masak sirup jahe dan wdang jahe yang langsung dinikmati. Khawatir jika asal nulis jadinya menyesatkan dan membuat kalian sakit perut. :D
 



8 komentar:

  1. Bapakku doyan banget Mba.. Di purworejo ada langganannya bapak yg biasa bikin jahe gepuk. Sebungkus 5rb sekarang. Padahal dulu cm 2.500 wkwkwk..

    Oya betewe aku pake jahe buat mencegah stretchmark pas hamil. Tapi ya gitu..puanassss dan geteelll..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jahenya diolesin ke perut gitu?

      Hapus
    2. Diparut trus dibalurkan ke perut dan paha..

      Hapus
  2. Kalo udara lagi dingin Aku suka tahwa sama wedang ronde, itupun harus nitip bapaknya anak2. Kalo pas bapaknya anak2 repot yauda gigit jari aja biar anget wkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. tahwa ki opo, Mbak? Ronde musti nyari ke pusat kota jee. huhuhu

      Hapus
  3. diaduk hingga mengkristal? jadinya kristal atau bubuk?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jadinya kristal macem gula. hahaha. Lha meh tak tulis kristal jahe kok aneh. :D

      Hapus
  4. pas KKN sekian belas th lalu saya pernh bikin ini mbak. tp jahe emprit yg dipake.

    tampangnya kyk gula pasir kan ya.

    BalasHapus

Komentarlah yang baik.
Tujukkan Karakter Bangsa Indonesia.