Posts

Showing posts from August, 2016

SMSBunda dan Serba-Serbi MPASI

Image
Saat si K memasuki usia empat bulan dua puluh hari, aku mulai berburu informasi tentang MPASI. Berbagai jurnal kulahap. Berbagai sumber kujadikan referensi. Hasilnya? Sungguh membingungkan. Ini tidak sesimpel yang kubayangkan. Berbagai silang pendapat kutemukan. Jangankan di kalangan ibu-ibu, di kalangan ahli kesehatan pun kentara sekali pro dan kontranya. Nambah lagi mom war-nya; MPASI dini vs MPASI 6 bulan, MPASI home made vs MPASI pabrikan, eehhh,ternyata masih nambah Baby Lead Weaning atau MPASI pure yang disuap.

Nyut-nyutan? Tunggu, aku bakal berbagi informasi yang kukumpulkan dari berbagai pro kontra tersebut. Keputusan diambil oleh Ibu sendiri. Yep, Ibu lah yang lebih paham dengan keadaan baby. Bukan tetangga, bukan tukang bully di berbagai medsos, apalagi mantan. Wkakaka. Mantan lagi... Kapan Waktu Terbaik untuk Memulai MPASI? Aku dulu berprinsip si K harus diberi MPASI setelah usianya pas 6 bulan. Eh, lha kok waktu usianya baru menginjak 22 minggu, neneknya menyuapi si K denga…

Benarkah Si Kecil Terkena Sawan?

Si K tiba-tiba menolak untuk menyusu, padahal ekspresi wajahnya sangat kentara jika dia kelaparan. Tidak perlu menunggu lama, si K menangis histeris hingga tetangga datang dan bertanya, ada apa? Butuh waktu yang agak lama untuk mengalihkan perhatian si K dan membuatnya tenang.
Berbagai spekulasi berkelebat. Hari itu usia si K menginjak bulan keempat, jadwal si K imunisasi DPT dan BCG. Si K demam hingga 38 derajat celcius. Tetapi, kerewelan si K sangat lain dari biasanya. Bulan-bulan lalu selepas imunisasi, si K paling-paling minta digendong sembari menyusu terus-menerus. Ini kenapa tangisan si K histeris? Apakah imunisasi di bulan keempat sakitnya melebihi bulan-bulan sebelumnya?
Maghrib menjelang, tangis si K semakin histeris. Aku kewalahan untuk menenangkan. Ketika aku berniat memberi ASI, si K sontak menolak keras-keras. Memberontak disertai tangis yang lebih histeris. Aku pun menyusul Abah si K ke mushola, meminta beliau segera pulang.
Si K tenang saat bersama Abahnya. Kekhawatir…

Dukung Balitbang PUPR Mewujudkan Infrastruktur Masa Depan Ramah Difable

Medio 2012, ketika saya harus menjalani serangkaian pemeriksaan telinga di Bekasi, saya sama sekali tidak berani menggunakan moda transportasi kereta api seorang diri. Uni Eva, saudara yang tinggal di Bekasi, harus membersamai saya karena khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Informasi di stasiun tentang keberangkatan kereta, tujuan kereta, serta informasi lain yang berupa informasi suara menjadi alasan utama keluarga saya untuk tidak mengijinkan saya menggunakan fasilitas stasiun seorang diri.

Memang, saya yang seorang deaf, difable dengan ketunarunguan, nyaris harus didampingi ketika berurusan dengan layanan publik. Bandara, stasiun, kantor pemerintahan, bank, puskesmas, masih belum maksimal dalam menyediakan informasi visual.

Kesulitan dalam memanfaatkan layanan publik ternyata tidak hanya saya, penderita deaf, yang mengalami. Beberapa kali, sahabat-sahabat difable bercerita tentang kesulitan mereka tentang fasilitas publik hingga menyulitkan tekad mereka untuk mandiri da…

Rani R Tyas; Suka-Duka Ibu Pekerja

Image
Salah satu mom war yang bikin dunia terasa makin sempit adalah full time mom at home vs working mom. Yang  Ibu Rumah Tangga full time di rumah nyinyir kepada Ibu Pekerja, tega amat anak diasuh orang lain, katanya. Yang menjadi Ibu Pekerja pun tak sedikit yang nyinyir kepada IRT full di rumah, sayang sekolah tinggi-tinggi jika akhirnya berujung pada urusan dapur, sumur dan kasur.
Belum kelar dua pokok nyinyiran tersebut, mom war melebar ke ranah antah berantah, dari menukar anak demi segepok gengsi hingga perang dalil. Fiuh, asli, meski hanya sekedar menjadi pengamat, aku sangat lelah membaca mom war yang wira-wiri di beranda.
Menjadi full time mom at home dengan sederet alasan idealis, bukan berarti harus nyinyir kepada ibu pekerja, kan? Aku sendiri memilih menjadi full time mom at home. Ada banyak hal yang menjadi pertimbangan seorang Ibu mengambil pilihan untuk tetap bekerja. Apa saja itu?
1. Panggilan Hati Coba bayangkan jika semua perempuan hukumnya haram untuk bekerja, apakabar denga…

Rahma Chemist: Abadikan Kisah Si Kecil di Istana Cinta

Image
"Bu, dulu waktu kecil aku gimana, sih?" Pertanyaan standar ini masih selalu kuulang meski usia nyaris seperempat abad. Masih mending jika hanya bertanya bagaimana saat masih kecil, Kadangkala pertanyaanku mengerucut, "Bu, dulu saat aku masih sebulan apa kayak Kevin gini?" Pusinglah ibu mengingat kisah saat si bontot berusia sebulan pada dua puluh empat tahun yang lalu. Hahaha.

Kalian pasti suka mendengar kisah-kisah saat kecil, kan, hayo, ngaku! :D

Pun sekarang saat aku sudah diamanahi si K. Seringkali ada sahabat yang bertanya, "Dut, saat si K umur sebulanan pernah pilek nggak, sih?"

Errr, dasarnya pelupa, aku tidak bisa mengingat secara persis apa yang terjadi saat si K berusia satu bulan. Maka, pertanyaan sahabat tersebut hanya kujawab dengan awang-awang, entah benar terjadi saat usia sebulanan atau lebih. Hihihi.

Berbeda dengan mbak Rahma Chemist, beliau mungkin tidak akan kesulitan saat ada yang bertanya perihal kisah Salfa, anak semata wayangnya. K…