Rabu, 15 Juni 2016

Menjadi Anggota Perpustakaan yang Bijak

Leave a Comment

Perpustakaan dengan koleksi ribuan buku, bahkan ratusan ribu tentu membutuhkan penataan yang optimal agar pengguna perpustakaan bisa menemukan buku yang dikehendaki dengan mudah. Sayangnya, ketika pustakawan sudah maksimal memanajemen perpustakaan, justru pengguna perpustakaan yang kurang mengapresiasi kinerja pustakawan.
Sering kita menjumpai pengguna perpustakaan yang seenak sendiri menaruh buku-buku yang telah ditata sedemikian rupa oleh pustakawan. Mengabaikan susunan kode yang telah dicantumkan untuk memudahkan pencarian. Jika sudah begini, mesin pencari yang sering disebut dengan OPAC tidak banyak membantu. Katalog-katalog yang telah disusun hanya menjadi formalitas belaka. Akibatnya pencarian buku semakin sulit. Sangat tidak praktis jika harus meneliti rak demi rak untuk menemukan buku yang diinginkan. Mengunjungi perpustakaan menjadi hal yang sangat menyebalkan. Perpustakaan tak ubahnya gudang penyimpanan buku, kalah dengan supermarket yang menata barang-barangnya sedemikian rupa.
Mengandalkan keberadaan pustakawan bukan solusi yang tepat. Pustakawan sudah memikul begitu banyak beban. Menyortir buku masuk-keluar, mendata buku-buku baru, mendata koleksi yang akan ditambah, menata kembali buku-buku kembalian di rak buku sesuai kode yang telah disusun, pun menjaga perpustakaan tetap rapi dan menyenangkan untuk dikunjungi. Menjadi pengguna perpustakaan yang bijak adalah solusi yang tepat. Bagaimana car amenjadi anggota perpustakaan yang bijak? Berikut ini beberapa tips untuk menjadi pengguna perpustakaan yang bijak.
Kembalikan buku yang telah diambil ke tempat semula, jangan diubah-ubah meski hanya beberapa jarak. Buku telah disusun sesuai dengan kodenya. Pengubahan letak meski hanya satu deret bisa membuat pencari buku yang lain kebingungan. Apalagi jika sampai memindahkan buku fiksi ke rak buku ilmu komunikasi. Sering terjadi pencarian buku yang di OPAC masih ada, tetapi tidak ditemukan di rak seperti pada kode yang ditunjuk. Terasa konyol jika harus menyusuri setiap rak yang ada di perpustakaan.
Beberapa perpustakaan menyediakan rak atau tempat khusus untuk buku yang telah diambil pengguna perpustakaan. Patuhilah intruksi tersebut, hal ini lebih memudahkan para pustakawan untuk menyusun kembali buku sesuai dengan kode buku daripada harus menelusuri setiap rak untuk menemukan buku-buku yang tidak sesuai dengan tempatnya. Jangan bersikap seolah-olah ingin membantu pustakawan agar tidak repot-repot menyusun kembali buku yang telah kita ambil jika tidak faham dengan cara menyusunnya.
Kembalikan tepat waktu. Kita mungkin tidak tahu jika ada orang lain yang menunggu buku yang tengah kita pinjam. Bahkan terkadang calon peminjam sampai mengintip data di OPAC dengan detail. Menengok kapan tanggal pengembalian buku tersebut, kemudian akan datang kembali ke perpustakaan pada tanggal pengembalian yang tertera dalam OPAC.
Jangan mencoret dan melipat kertas. Buku di perpustakaan umum bukan buku pribadi kita yang bisa kita perlakukan seenaknya, ada pengguna lain yang membaca buku tersebut. Coret-coretan sangat mengganggu pembaca. Coret-coretan yang tidak perlu bisa mengganggu konsentrasi pembaca. Lipatan buku juga bisa menyebabkan pembaca yang sensitif malas untuk membaca. Menggunakan selarik kertas untuk mencatat hal-hal yang perlu dan membatasi halaman bisa mencegah tangan kita mencoret-coret buku dan melipat kertas. 
Jaga keutuhan halaman. Buku merupakan satu kesatuan yang apabila ada satu halaman saja yang hilang bisa menyebabkan terputusnya penyampaian informasi. Pemahaman pembaca menjadi tidak penuh, bahkan bisa terjadi kesalahpahaman antara pembaca dengan penulis gara-gara ada halaman yang hilang. Pada buku fiksi, ketidaklengkapan halaman bisa membuat jalan cerita terasa sangat ganjil. Segera sampaikan ke pustakawan jika terdapat halaman yang terlepas untuk dijilid kembali.
Jaga buku dari air ataupun menggunakannya untuk berlindung dari terpaan air hujan. Air akan membuat buku menjadi mudah lapuk. Untuk buku jenis tertentu, air bisa membuat tulisan dalam buku tersebut kabur, bahkan luntur. Buku bukan barang yang tahan banting. Buku adalah barang yang rentan, yang harus dijaga seperti halnya barang-barang berharga lainnya.
Bersikap tenang ketika berada di perpustakaan. Perpustakaan adalah salah satu tempat umum yang unik. Unik karena disini adalah tempat yang sangat dianjurkan ketenangannya. Tak jarang orang berkunjung ke perpustakaan karena ingin mendapatan ketenangan, menghindar dari tempat yang ramai untuk mendapatkan tempat yang kondusif untuk membaca. Hargai pengunjung lain dengan bersikap setenang mungkin di perpustakaan.  
Menjadi anggota perpustakaan yang bijak bukanlah perkara yang sulit. Dengan berperilaku seperti yang telah dipaparkan di atas kita telah turut berkontribusi membuat perputakaan menjadi tempat yang sangat nyaman untuk dikunjungi. 


0 Komentar Anda:

Posting Komentar

Komentarlah yang baik.
Tujukkan Karakter Bangsa Indonesia.