Posts

Showing posts from May, 2016

Ketika Kami Salah Mengartikan Kebaikanmu

Image
Sore itu, aku marah. Ndremimil nggak karu-karuan. Apa pasal? Suami tak mau mengangkatkan telepon. Satu pun beliau tidak berkenan. Bukankah beliau sudah paham jika aku tidak bisa mengangkat telepon, kenapa untuk urusan satu ini susah benar? Suami dan istri harusnya saling melengkapi, bukan begitu? Aku memasang tampang judes. Ketika suami mendekat, aku melengos. Seharusnya beliau memahami kekuranganku dengan membantu mengangkat telepon yang masuk ke nomor handphone-ku. Jauh sebelum beliau melamar, aku sudah menuturkan dengan detail tentang keadaanku yang mengalami tunarungu parsial. Maghrib menjelang, aku masih terkungkung kemarahan. Suami memutuskan untuk keluar tanpa pamit. Aku mencoba untuk tidak peduli.
Imajinasiku semakin liar. Menebak-nebak tak tentu arah.
Apa beliau tidak mau memahami keadaanku yang tunarungu? Apa beliau terbebani mempunyai istri yang tunarungu?
Aku tergugu. Ternyata tidak mudah. Terbayang tentang teman-teman tunarungu yang rerata memilih pasangan sesama tunarun…

Susi Ernawati: Blogger Multitalenta dari Negeri Kartini

Image
Keberadaan jaringan internet semakin memudahkan orang untuk mencari informasi di era digital. Disinilah peran sentral blogger sebagai penyedia informasi. Susi Ernawati, salah satu blogger dari Negeri Kartini adalah salah satu dari sekian blogger profesional dari Negeri Kartini, Jepara. Rumah mayanya www.susindra.com merupakan tempatnya mempublikasikan aneka artikel yang bermanfaat dan menginspirasi.

Mengangkat Lokalitas Jepara Sebelum berwisata ke Jepara, berkunjunglah ke rumah maya Susindra terlebih dahulu agar tak mengalami kekecewaan seperti yang kualami lima tahun yang lalu. Saat itu kami sekeluarga berniat untuk berwisata ke Jepara selepas ziarah di Masjid Agung Demak, tetapi karena tak ada referensi yang memadai, kami memutuskan untuk mampir ke pantai Kartini saja. Tebaklah apa yang terjadi. Kami kesasar. Setelah sampai di pantai Kartini kami tidak bisa masuk ke musium Kura-kura karena terlalu sore. Errrr, jadilah kami Cuma memandangi pantainya yang sudah kotor. Hiks. Susindra …

Ketika Ayah-Bunda tak Lagi Bersama

Setiap pasangan pasti berharap pernikahan sehidup-sesurga (pinjam istilahnya Gol A Gong), bukan sekedar sehidup-semati. Tetapi kadangkala perpisahan lebih baik daripada terus bersama. Obrolan tentang perpisahan ini sukses membuatku berdoa dalam-dalam sembari memeluk dedek K, agar Robbuna Memeluk keluarga kecil kami dengan cinta-Nya. Agar ia yang diambang perceraian sebisa mungkin rujuk kembali. Jika pun tak ada jalan menuju rujuk, semoga Allah Berikan yang terbaik bagi semuanya, terutama anak-anaknya... Aku sudah cukup perih ketika menemukan adik-adik memelukku dengan erat lantaran rindu keluarganya yang utuh dan penuh sayang. Sudah, skip.
Lalu, bagaimana jika Ayah-Bunda ditakdirkan tak lagi bersama? Aku segera menghubungi dosen psikologi semasa kuliah, bunda Lilik Sriyanti, ketika seorang saudara bercerita jika masih bingung bagaimana cara mengabarkan ke anak-anak jika ayah-bunda tak lagi bersama. Cara yang bisa menekan seminimal mungkin efek buruk perceraian. Sampaikan dengan Penu…