Senin, 25 April 2016

Arinta Adiningtyas; Being Full Time Mother at Home, Why Not?

3
Emak-emak selalu saja identik dengan daster dan seabrek gawean yang nggak kelar-kelar. Apalagi jika punya batita, pagi bau ompol, siang bau bawang, mandi sore lima menit udah bau ompol lagi. Percayalah, dibalik anak-anak yang lucu nggemesin ada emak-emak rempong yang rela makan sembari nggendong batita yang tengah buang angin. Padahal pada saat masih gadis, sekedar  melihat kotoran ayam saja sidah jijai nggak mau melanjutkan ritual makan.
Berbeda dengan Ibu pekerja, ritme full time mother berputar pada hal-hal itu saja, nyaris tak ada perubahan berarti. Jika full time mother tidak kreatif dalam memanage waktu dan kegiatannya, full time mother rentang terserang mati bosan, begitu emak-emak alay bilang. tetapi hal tersebut tidak terjadi pada Arinta Adiningtyas, Ibu Rumah Tangga yang rela melepas profesinya sebagai guru TK demi ikut suaminya. Istri penyayang, mana bisa pisah lama dengan sang suami? Ehm.
Selain mengisi hari-harinya dengan seabreg aktivitas seperti laiknya emak-emak, Arinta juga memanfaatkan waktunya untuk menulis dan merintis bisnis online. Untuk saat ini, Arinta tengah menjadi agen sebuah brand cilok online.

Arinta Adiningtyas, Bloggerpreneur, Full Time Mom at Home, Writer

Lalu, bagaimana agar kita yang memutuskan untuk menjadi full time mother at hom tak mati bosan? Arinta Adiningtyas, blogger pemilik blog Kayu Sirih yang berdomisili di Solo ini berbagi tips agar tak terserang mati bosan meskipun menjadi full time mother at home.
  • Bagi Pekerjaan Rumah dengan Suami
  • "Sejatinya, pekerjaan rumah tangga adalah kewajiban suami, baik dikerjakan sendiri atau menggaji pembantu. Jika dikerjakan oleh istri, maka itu adalah sedekah istri kepada suami." dhawuh Yai, dua tahun lalu. Kalimat ini sempat menjadi senjata bagi teman-teman untuk meminta calon suaminya menyediakan pembantu kelak setelah menikah. Tetapi, bagi mbak Arinta, pekerjaan rumah bisa menjadi sarana untuk memupuk keromantisan dengan suami. Istri mencuci piring, suami mengepel lantai. Jika tak sempat mencuci baju karena harus mengasuh dua anak yang masih kecil, pakaian kotor diserahkan ke laundry. Memasak menjadi kegiatan yang mengasyikkan bersama sang Adik. Jika kalian nggak bisa masak, plus nggak ada orang yang bisa diajak masak bareng seperti mbak Arinta dan adiknya, cukup memesan makanan di warteg saja. Itung-itung memberdayakan UKM. Eh.
  • Cari Aktivitas Selingan yang Produktif
  • Aktivitas selingan mbak Arinta bisa ditiru, lho. Aktivitas menulis dan jualan cilok online. Selain membunuh rasa bosan juga bisa menjadi sarana penjemput rejeki. Blog mbak Arinta yang pada mulanya dibuatkan oleh suami agar istrinya mempunyai aktivitas, kini bisa menambah tabungan si Amay. Beberapa tulisan mbak Arinta juga dimuat di koran. Aish, honor koran, lumayan buat jalan-jalan ke Gramedia. Jualan cilok? Nggak usah ditanya, benefitnya cukup menjanjikan. 
  • Ajarkan Anak Tanggung Jawab Sejak Dini
  • Cukup lumrah jika anak kecil hobi mengobrak-abrik segala sesuatu. Rasa ingin tahu yang sangat tinggi meneror tangan anak-anak untuk memegang, membanting, membongkar apapun yang ada di sekitarnya. Saat adik-adik bermain di Rumah Pelangi, bilik yang juga menjadi perpustakaan pribadi dan tempat sholat itu berantakan nggak karu-karuan. Maka, ketika mbak Arinta memposting cerita tentang coretan mas Amay pintar beres-beres di facebooknya Arinta Adiningtyas, langsung kuacungkan dua jempol kepada ibu dua anak ini. Mengajarkan anak beberes memang tak mudah, tetapi jika konsisten, pada akhirnya akan terbiasa. Kisah mbak Arinta dan mas Amay sudah membuktikan.
    Tulisan mas Amay yang Diupload di Facebook mbak Arinta

  • Sekali-kali Refreshing Bersama
  • Ibu Rumah Tangga bukan manusia super yang harus kuat menjalani hari-harinya tanpa refreshing. Jangan sampai pikiran konslet lantaran kurang piknik. Please, we are humanbeing, Moms! Sempatkanlah untuk merehatkan diri sejenak. Jika tak punya waktu untuk sekedar me time karena krucil masih nempel trus, refreshing saja bareng-bareng. Tentu dengan persiapan yang matang, ya. Refreshing bareng sekeluarga, selain untuk menyegarkan pikiran juga mampu mempererat ikatan keluarga. Keluarga mbak Arinta beberapa waktu lalu refreshing ke Makassar, lhoh. Lengkap bersama Mama-Papa-mas Amay dan dek Aga. 
Nah, cukup simpel kan tipsnya. Kusudahi dulu tulisan kali ini. Dedek K agak rewel. Gendongan melulu. Heuuu. Untuk lebih mengenal mbak Arinta, sila ceki-ceki blognya yang kece di http://kayusirih.blogspot.co.id/, banyak tulisan bermanfaat disana.

3 komentar:

  1. Sepertinya aku juga gak sanggup kalo disuruh jadi full mother, selain takut garing juga seperti akan perang menghadapi panci *balada ibu ga doyan masak*

    BalasHapus
  2. Refreshing ini perlu banget mba, meskipun cuman makan ato cemil di warung dekat rumah...at least pikiran bisa rehat sejenak ya.
    Atooo me time di spa langganan hrhr

    BalasHapus
  3. Mbak sayaaang, maaf baru komentar. Pakai hp susah banegt loh bacanya, huhu.. Ini kebetulan pakai PC, jadi nyaman. Makasiiih ya Mba untuk ulasan cantiknyaa.. peluuuk.. :*

    BalasHapus

Komentarlah yang baik.
Tujukkan Karakter Bangsa Indonesia.