Posts

Showing posts from December, 2015

Anak Kambing untuk Dua Ibu

Image
Ada kasih terpurba dalam hati dua ibu. Kasih tanpa syarat yang membuatku tak punya daya untuk sekedar berucap terimakasih secara langsung.. Dua ibu yang rahimnya menjadi tempat persinggahan paling nyaman untukku dan Lelaki Novemberku, ibu dan ibu mertua.  Bu'e, panggilan kesayangan untuk ibu kandungku. Hanya aku satu-satunya yang memanggil beliau Bu'e diantara ketiga anak perempuan Ibu lantaran aku tak mampu membedakan lafadz Ma'e dan Pa'e; panggilan yang lazim digunakan di kampungku. Bu'e, seseorang yang dengan berlembar-lembar tulisan pun aku tak mampu mengurai kisah tentangnya secara menyeluruh. Seorang perempuan yang tabah mendidik anaknya yang mengalami tuna rungu, mengabaikan segala dengungan di sekitar, melakukan apapun yang beliau bisa agar aku bisa mendengar layaknya orang-orang normal.
Emak, ibu mertuaku. Ibu kandung dari lelaki November yang kini menjadi suamiku. Perempuan perkasa yang merelakan putra kesayangannya yang telah beliau didik dua puluh lima…

Blog Contest Oppo

Image

Oppo R7s, Sahabat Setia Penyandang Deaf

Image
Menjadi seorang deaf, atau yang lebih dikenal sebagai tunarungu di kalangan umum, ditantang untuk memanfaatkan indera visual secara maksimal. Telepon dan media suara lain menjadi hal yang sangat sensitif bagi penyandang deaf. Tak terkecuali WiDut, sangat antipati dengan yang namanya telepon, mp3, dan all about voice yang lain. Bahkan bisa baper banget hanya gara-gara cemburu dengan telepon.  Hello, cemburu dengan telepon? Iyes, apalagi jika sedang LDRan dengan suami yang mempunyai pendengaran normal, lagi kangen-kangennya, nggak bisa telepon. Eh, ada orang yang laporan habis telepon beliau. Kebayang dong gimana rasanya, nyesek, masa istrinya sendiri nggak bisa telepon malah situ yang telepon. Huks. Harus ada obatnya jika nggak mau terus-terusan baper. Harus! Mataku berbinar ketika stalking twitter, Oppo sedang mengeluarkan produk terbarunya, Oppo R7s. Smartphone ini memperoleh penghargaan sebagai The Best User Experience Smartphonedi ajang IGRA (Indonesia Golden Ring Award) yang diseleng…

Pizza Teflon

Image
Bahan :

4 gelas belimbing tepung terigu1 gelas belimbing air es1 sdm munjung mentega50 ml minyak sayur11 gr ragi instan atau fermipan 1 bungkus kecil1 sdt garamCara :


Campur semua bahan kecuali air, aduk pakai tangan.Masukan air es sedikit demi sedikit sampai kalis dan lembut.Tutup rapat adonan menggunakan kain basah atau plastik warp, diamkan selama 30 menit.Jika sudah mengembang, kempiskan adonan dengan menonjok adonan dengan kepalan tangan.Bentuk bulat ,pipihkan dan tusuk-tusuk dengan menggunakan garpu agar bumbu menyerap.Letakkan di teflon, lalu beri topping sesuai selera.Tutup teflon, panggang dengan api kecil selama kurang lebih 30 menit.Pizza Teflon siap disajikanResep Bunda Fifi Feriani di Grup Facebook Aneka Resep Kue dan Masakan Enak

Sambel Pecel Lele Ala Warung Tenda

Image
Bahan

3 buah TomatCabe rawit sesuai seleraCabe merah secukupnyaBawang merah 5 siungTerasi 1sdt, bakarRoyko secukupnyaGula pasir 1sdtKemiri 2, dibakar
Cara Buat

Rebus cabe, tomat, dan bawang.Angkat, tumbuk.Masukkan terasi bakar, gula, royko.Terakhir, tumbuk kasar kemiri. Jangan terlalu halus. 
Resep Bunda Yuni Husin

DONAT MAIZENA

Image
Takaran Saji untuk 20 buah

Bahan

250 gr terigu50gr tepung maizena1 sdm gula halusblue band 2 shaset @34 gr1 kuning telur1/2 bjk fermipanair es 100 ml.Cara buat:

Campurkan tepung terigu, fermipan, gula halus & tepung maizena.Masukan kuning telur, mentega & air es.Aduk sampai kalis.Diamkan selama 30 menit, tunggu hingga mengembang.Setelah mengembang, kempiskan adonan.Bagi menjadi 20 bagian dan bentuk seperti donat. Lakukan sampai adonan habisDiamkan selama 30 menitSetelah 30 menit adonan akan terlihat gendut dan siap untuk di goreng.Goreng hingga kuning kecoklatan.Beri toping sesuai selera.Donat Maizena siap Disajikan

Sumber: Resep Bunda Lumut Pujie di Grup Aneka Resep Kue dan Makanan Enak

Menikah, Mengubah Segalanya?

"Kuatir ganggu kamu sama suami."
"Ah, sekarang kan sudah ada suami. Sudah nggak perlu aku lagi."
"Sekarang kan ada suami. Lupa..."Sekelumit percakapan yang nangkring pasca menikah.
Nada-nada skeptis yang seringkali membuatku garuk-garuk kepala. Bertanya-tanya, apa sih yang ada di pikiran kalian?Well, keputusan menikah memang tidak hanya berdampak pada daku seorang. Beuuu. Ge-er! Waktuku lebih banyak untuk urusan keluarga. Mengurangi beberapa hal yang sekiranya bisa menyebabkan keluarga terbengkalai. Pengorbanan? Lha wong karir saja butuh pengorbanan yang tak sedikit, apalagi keluarga. Tetapi, oh, apakah harus senyinyir itu dengan orang-orang yang menikah duluan?
Sedih!Apakah pantas menjudge jika suami/ istrinya pelit saat tetiba ijin segera menyudahi pertemuan karena ada yang menunggu di rumah? Padahal suami/ istrinyalah yang begitu repot dengan apa-apa yang terjadi pada dirinya. Apatah lagi menyimpulkan bahwa si X setelah menikah jadi sombong hanya lant…