Sabtu, 04 Oktober 2014

Mempertahankan Budaya Kawasan Sub Urban

Leave a Comment

Masyarakat di kawasan sub urban seperti di kecamatan Argomulyo, Salatiga ini merupakan masyarakat yang sering mengadapi budaya-budaya baru yang dibawa pendatang dari luar daerah. Apabila masyarakat tersebut tidak mampu memperkuat diri dengan budaya lokal, maka budaya tersebut akan luntur dan diganti dengan budaya baru. Apabila masyarakat mau berkompromi, maka kemungkinan terjadinya akulturasi budaya sangat tinggi. Namun, apabila masyarakat lokal dan para pendatang dari luar tersebut saling mempertahankan budayanya masing-masing tanpa ada kemauan untuk mengkompromikan kedua kebudayaan, maka akan berpotensi menimbulkan konflik horisontal yang merugikan kedua belah pihak.

Belajar membuat ketupat1

Suatu kawasan yang mengalami urbanisasi atau mengalami proses peng(kota)an akan ditandai dengan adanya beberapa budaya yang memiliki interval sangat jauh, yaitu budaya kota dan budaya desa yang bercampur menjadi satu. Kawasan ini belum bisa dinamakan kota, namun juga tidak bisa sepenuhnya dianggap sebagai desa. Itulah kawasan sub urban.

Lahan pertanian, perkebunan, dan kawasan resapan air berangsur-angsur berkurang seiring bertambahnya lahan yang mengalami industrialisasi. Masyarakat sekitar yang hendak mempertahankan tanahnya sering mendapat ancaman dari oknum pelaku industri.

Belajar membuat ketupat2

Anak-anak di kawasan sub urban sangat rawan terpengaruh budaya-budaya negatif yang berkembang di sana. Industrialisasi membuat sebagian orang tua kehilangan pekerjaan. Para angkatan kerja banyak yang beralih profesi dari sektor agraris ke sektor buruh, terutama buruh pabrik yang semakin berkembang di sana. Para anak-anak menjadi bidikan empuk bagi para produsen gadget.

Belajar membuat ketupat2

Miris! Melihat anak-anak kehilangan perhatian orang tuanya. Mereka dititipkan di sekolah, lembaga-lembaga kursur, pembimbing les/privat TPQ/TPA karena para orang tua kehilangan waktu untuk mendidik dan membimbing anaknya.

Hari ini, bersama adik-adik yang giat belajar, bersama mereka belajar melestarikan budaya lama. Membuat ketupat, mebuat keris, membuat burung, dan membuat permainan-permainan tradisional yang terbuat dari janur kelapa.

Makan bersama

0 Komentar Anda:

Posting Komentar

Komentarlah yang baik.
Tujukkan Karakter Bangsa Indonesia.