Sabtu, 27 September 2014

Konsep Homestay

Leave a Comment

Rancangan pelaksanaan homestay tergantung pada lokasi homestay yang dituju. Ada beberapa pertimbangan yang harus diperhatikan sebelum sekolah melaksanakan homestay, antaralain:

Dilaksanakan minimal sekali selama sekolah pada jenjang SMP dan SMA dalam waktu sekurang-kurangnya tiga hari dua malam. Lokasi ditentukan setelah melalui observasi yang sangat ketat dengan MoU bersama aparat dusun setempat. Minimal dusun tersebut dihuni oleh berbagai macam profesi, aman dan menantang siswa untuk belajar. Kegiatan homestay digawangi oleh kepanitiaan yang telah ditentukan oleh sekolah pada awal tahun ajaran baru. Dengan rundown acara yang telah terstruktur rapi. Adapun profesi warga yang menjadi ortu asuh: penjual es cincau, peternak ayam, pembuat tampah, peternak sapi, petani, penjual kripik-klanting dan bakpao, tukang membuat bata, dll. (W/3)

Dari uraian hasil wawancara tersebut, dapat disarikan hal-hal yang harus dipersiapkan sebelum melaksanakan homestay, antaralain:

1.      Penentuan lokasi melalui observasi yang ketat dan MOU bersama aparat dusun setempat.

2.      Lokasi yang dipilih mempunyai keberagaman profesi penduduk.

3.      Kegiatan digawangi oleh sekolah dengan menentukan panittia kegiatan yang telah ditentukan sejak awal tahun ajaran baru.

4.      Rundown acara harus terstruktur rapi, kegiatan menyesuaikan dengan profesi tuan rumah dan keadaan penduduk setempat. Adapun contoh kegiatan bisa dipaparkan dalam hasil wawancara sebagai berikut:

Pelepasan siswa di tempat sore diterima oleh ibu asuh. Kemudian pertemuan resmi dengan aparat dan warga dusun. Sholat maghrib berjamaah, siswa mengajar mengaji anak-anak TPA setempat dll. Pagi membereskan rumah kemudian mengikuti kegiatan ortu asuh. Bagi yang ortu asuh berprofesi sebagai peternak sapi, siswa pagi hari akan ngarit rumput, membersihkan kandang, memberi makan, memeras susu dan menjualnya. Demikian juga jika ortu asuh penjual kripik, siswa akan mengikuti mulai dari belanja bahan kripik, mengolah, memproduksi sampai menjual. Siswa harus tahu modal yang dikeluarkan ortu asuh berapa, keuntungan berapa, dll.

Siang hari mereka bisa belajar mengajar di SD terdekat. Sore pertandingan persahabatan dengan warga dusun setempat. Besuknya membantu warga memperbaiki jalan dll. (W/4)

0 Komentar Anda:

Posting Komentar

Komentarlah yang baik.
Tujukkan Karakter Bangsa Indonesia.