Minggu, 21 Oktober 2012

SIG | Macam-Macam Data SIG

Leave a Comment

Citra QuickbirdPengertian citra banyak diungkapkan beberapa pakar diantaranya sebagai berikut:

Hasil proses perekaman dari penginderaan jauh menghasilkan data berupa data digital dan data analog.

1.     Data digital

Data digital adalah data hasil perekaman penginderaan jauh dalam bentuk angka. Data tersebut mencerminkan nilai spektral obyek yang direkam oleh sensor, baik yang bersumber dari tenaga pantulan maupun tenaga pancaran dari benda. Karena nilai spektral tersebut direkam dalam bentuk angka , maka disebut nilai digital. Nilai tersebut direkam dalam sel-sel kecil berukuran sama yang mencerminkan resolusi spasial dan disebut pixel (picture element). Nilai spektral dapat disebut juga nilai pixel.

Keterbatasan data digital adalah berkurangnya kejelasan atau kerincian ciri spasial yang antara lain meliputi bentuk, tekstur dan pola.

2.    Data Analog

Data analog adalah data penginderaan jauh yang direkam dalam bentuk gambar. Data visual ini dibedakan atas data visual satu dimensi (garis/grafik) dan data visual dua dimensional (= citra penginderaan jauh, selanjutnya disebut citra). Citra lebih lanjut dapat dibedakan citra foto dan citra non foto. Citra foto dibuat dengan kamera, perekamannya secara serentak untuk satu lembar foto, dan menggunakan tenaga pada spektrum tampak. Sedangkan citra non foto dibuat sensor lain selain kamera (sensor yang mendasarkan atas penyiaman). Perekamannya bagian demi bagian dan dapat mengunakan bagian manapun dari seluruh jendela atmosfer, bahkan dapat menggunakan pita serapan di dalam penginderaan jauh cuaca.

Untuk lebih jelasnya akan dibahas satu demi satu dari citra penginderaan jauh berdasarkan pendekatan-pendekatan tertentu.

a.    Citra Foto

Citra foto dapat dirinci atas berbagai dasar yaitu:

- berdasarkan wahana (platfrom) :

(3) foto satelit/orbital adalah foto yang dibuat dari antariksa dengan menggunakan satelit atau pesawat ulang alik sebagai wahana.

- berdasarkan arah sumbu kamera. Keterangan gambar 4.1

(1) foto tegak/ vertikal (a) : arah sumbu kamera tegak lurus terhadap bidang rujukan

(2) foto agak condong : arah sumbu kamera menydut terhadap garis normal, dengan kecondongan 10o atau lebih.

Dirinci lebih lanjut lagi:

+ liputan lebih luas dari pada liputan foto tegak

- Ketelitian metrik lebih rendah dari pada foto tegak

+ liputan lebih luas dari pada foto agak condong

Catatan

Foto condong sangat langka di Indonesia, kita hampir selalu menggunakan foto tegak.

- berdasarkan jendela atmosfer :

(1) foto ultraviolet, yaitu foto dibuat dengan menggunakan spektrum ultraviolet. Spektrum ultraviolet yang bisa digunakan adalah ultraviolet dekat hingga panjang gelombang 0,29mm.

(2) foto pankromatik yaitu foto yang dibuat dengan menggunakan seluruh spektrum tampak

(3) foto inframerah

foto inframerah dapat dibedakan dua yaitu inframerah hitam putih dan fotoinfra merah berwarna.

(4) foto multispektral : foto jamak yang menggambarkan suatu daerah dengan menggunakan panjang gelombang yang berbeda. Umumnya digunakan 4 pita, yakni biru, hijau, merah dan inframerah dekat.

- berdasarkan ukurannya :

- berdasarkan warna yang digunakan

- Foto berwarna semu (false color): foto yang menampilkan bukan warna aslinya. Foto ini dapat terjadi karena kesenganjaan pemakaian sensor yang digunakan. Misalnya foto inframerah berwarna, karena sensornya menggunakan panjang gelombang pada saluran inframerah maka vegetasi cenderung berwarna merah . Contohnya foto inframerah berwarna

- Foto berwarna asli (true color:) foto yang menampilkan warna sebenarnya sesuai dengan aslinya. Misalnya jika genteng berwarna hijau maka yang terekam juga warna hijau. Foto jenis ini dibuat dengan memakai saluran tampak. Contohnya foto pankromatik

- berdasarkan jenis kamera yang digunakan

Foto tunggal : yaitu foto yang buat dengan kamera tunggal dengan lensa tunggal pula. Satu daerah liputan hanya tergambar oleh satu lembar foto.

Foto Jamak : yaitu foto-foto yang terdiri lebih dari satu dibuat pada saat yang sama dan menggambarkan daerah liputan yang sama.

b.    Citra Non Foto

- berdasarkan spectrum elektromagnetik

- Berdasarkan Ruang Perekamannya

a. Sistem Perekaman Dari Udara (Airbone System)

b. Sistem Perekaman dari antariksa (spacebone system)

contoh citra spacebone system

- Citra satelit sumberdaya bumi

Citra satelit Landsat dan SPOT yang merupakan satelit sumberdaya bumi dan telah digunakan secara luas.

Keunggulan dan keterbatasan citra landsat

+ data direkam secara digital

+ perekamannya secara multispektral dengan 7 saluran

+ resolusi temporal tinggi yakni 16 hari sekali

+ liputan luas

+ ketersediaan mudah dengan harga relatif murah

- Citra Satelit Cuaca (Satca)

Citra NOAA (National Oceanic and Atmospherie Administration) dan Satca sejenis meteosat merupakan dua satelit penginderaan jauh yang telah mencapai tahap operasional, artinya data telah digunakan secara rutin dan sistemnya telah disepakati untuk jangka panjang.

Satca NOAA merupakan satelit dengan orbit poler, artinya arah orbit uatara selatan melalui daerah kutub atau dekat kutub.

Sifat orbitnya singkron matahari sehingga tiap tempat dipermukaan bumi direkan pada jam matahari yang sama, yaitu jam 07.30 dan 19.30 oleh satu satelit NOAA dan jam 13.30 serta jam 01.30 oleh satelit NOAA lainnya. Tinggi orbit NOAA 900-1.450km dari muka bumi. Luas liputannya 2400km x 400km. Tiap hari ada dua satelit cuaca NOAA yang mengorbir dan dua lagi standby. Instrumen pada satca NOAA merupakan paket yang disebut TIROS Operational vertical sounder (TOVS).

 

Sumber: http://geomangraho.blogspot.com/

0 Komentar Anda:

Posting Komentar

Komentarlah yang baik.
Tujukkan Karakter Bangsa Indonesia.